News
Wilayah Bergunung Hambat Pengungkapkan Teror Freeport
TIMIKA, KOMPAS.com — Wilayah Papua yang bergunung-gunung terjal dengan iklim yang cepat berubah menjadi hambatan utama bagi polisi untuk mengungkap pelaku utama aksi teror di kawasan PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika dalam satu bulan terakhir.
"Lokasi dan cuaca yang sering tidak menentu cukup menyulitkan bagi aparat untuk mencari dan menemukan pelaku," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Agus Rianto kepada wartawan di Timika, Rabu (19/8).
Ia mengatakan, dengan kondisi medan yang demikian, aparat gabungan TNI dan Polri yang terlibat dalam Tim Operasi Timika Amole untuk pemulihan keamanan di kawasan pertambangan itu harus siap secara fisik dan mental. Berbeda dengan aparat, pelaku teror di kawasan itu disinyalir merupakan kelompok bersenjata yang menguasai medan setempat.
Untuk memulihkan keamanan di kawasan tersebut, aparat gabungan TNI dan Polri membuka lebih dari 20 pos penjagaan di sepanjang ruas jalan yang menghubungkan Timika-Tembagapura. Jumlah personel di tiap pos diperbanyak, terutama di lokasi-lokasi yang dianggap rawan terjadi teror.
Menurut Agus Rianto, TNI dan Polri juga terus melakukan patroli rutin di sepanjang ruas jalan Timika-Tembagapura dan melakukan pengawalan terhadap setiap kendaraan yang melintas.
Terkait kasus penembakan terhadap bus karyawan PT Freeport yang terjadi pada Rabu (12/8) dan Minggu (16/8) di Mile 42-45 dan Mile 42-43 ruas jalan Timika-Tembagapura, Agus mengatakan, dari barang bukti yang ditemukan diduga pelaku menggunakan jenis senjata laras panjang. "Posisi pelaku saat menembak cukup jauh, sekitar 100-120 meter dari bus yang sedang melintas," kata Agus.
Sebagaimana kasus-kasus penembakan sebelumnya, menurut Agus Rianto, polisi belum menemukan pelaku yang bertanggung jawab atas aksi penembakan yang menyebabkan lima karyawan menderita luka-luka itu.
Sementara itu, mobilitas kendaraan dari Tembagapura ke Timika dan sebaliknya yang sempat ditutup dari Minggu (16/8) petang hingga Senin (17/8) kembali dibuka pada Selasa. Setiap kendaraan yang melintas dikawal ketat polisi dan tentara.
Kabid Humas Polda Papua juga mengakui para karyawan Freeport meminta jaminan keamanan dari polisi saat libur kerja atau cuti ke Timika atau dari Timika ke Tembagapura. "Kami memberikan jaminan keamanan sepenuhnya kepada karyawan dengan mengawal setiap kendaraan yang melintas dan melakukan patroli rutin di sekitar pos," kata Agus.
_________________________________
Sumber:http://regional.kompas.com
Dater :KAMIS, 20 AGUSTUS 2009