News
Bus Freeport Kembali Ditembaki di MP 45
TIMIKA-Teror penembakan di area obyek vital nasional PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali terjadi. Rabu pagi (12/8) sekitar pukul 06.55 WIT, satu unit bus milik PTFI bernomor lambung 140-194 ditembaki oknum tidak dikenal bersenjata saat melintas di Mile Post (MP) 45 jalan tambang PTFI.
Tidak ada korban dalam kejadian itu. Bus yang dikemudikan Jemy Muntu tersebut dalam keadaan kosong, usai mengantar karyawan di MP 50 lalu dalam perjalanan kembali ke MP 38. Setelah terjadi penyerangan di MP 45, lokasi kejadian langsung dilokalisir aparat pengamanan gabungan TNI dan Polri.
Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. FX. Bagus Ekodanto yang dikonfirmasi melalui Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi Agus Rianto, membenarkan telah terjadi penembakan terhadap bus Freeport. "Kami masih mencari tahu atau masih melakukan penyidikan tentang siapa pelaku dan dari arah mana tembakan itu," kata Kombes Agus.
Pada bagian lain, Kabid Humas dalam pesan singkatnya melalui Ponsel ke Radar Timika (Cenderawasih Pos Group) mengatakan akibat penembakan tersebut kaca bus bagian kanan pecah dan radiator terkena tembakan.
Menurutnya, bus yang diberondong lebih dari lima kali tembakan itu telah diamankan di Mapolres Mimika di Mile 32 guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Informasi yang dihimpun Radar Timika di lapangan dari sumber terpercaya menerangkan, sebelumnya bus yang dikemudikan karyawan PT KPI itu mengangkut karyawan Freeport dan privatisasinya dari terminal Bus di Gorong-Gorong Timika menuju MP 50. Saat berangkat, tidak menemui hambatan apa pun.
Tapi kembali dari MP 50, ketika sampai di MP 45, tiba-tiba bus diberondong tembakan hingga mengenai kaca spion kiri dan kanan sert body. Diduga bus ditembak dari arah kanan jalan sebanyak tiga kali, dan dari arah kiri sebanyak dua kali. Kabarnya, Jemy kemudian tancap gas menuju MP 38.
Beberapa karyawan PTFI yang hendak ke Tembagapura ketika ditemui Radar Timika kemarin mengatakan rencana keberangkatan mereka untuk bekerja terpaksa batal, akibat kejadian penembakan tersebut. Informasinya, mulai Rabu siang transportasi ke Tembagapura sementara dihentikan oleh Manajemen PTFI.
Kabar lainnya yang berkembang di lapangan Rabu kemarin menyebutkan, aksi penembakan oleh kelompok bersenjata tidak dikenal juga terjadi di MP 50 terhadap kendaraan berjenis LWB, yang diduga dikemudikan Alianto, security PTFI sekitar pukul 11.00 WIT. Sumber terpercaya Radar Timika membenarkan adanya insiden dan menyatakan tidak ada korban jiwa.
Informasinya, mobil tersebut dari arah MP 50 menuju MP 38 untuk mengambil makan siang. Mobil yang ditumpangi empat anggota TNI dan dua anggota Polri itu kabarnya ditembak dari arah kanan dan kiri jalan, hingga mengakibatkan kaca belakang pecah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kabarnya, anggota Satgas kemudian melakukan penyisiran untuk mengejar pelaku penembakan.
Hanya sayangnya hingga berita ini diturunkan, Radar Timika belum berhasil mendapat konfirmasi dari pihak berwenang tentang kejadian penembakan pada pukul 11.00 WIT terhadap mobil LWB tersebut.
Sementara itu, Jurubicara PT Freeport Indonesia, Mindo Pangaribuan dalam keterangannya kemarin menyatakan bahwa terjadi penembakan pada sebuah bus sekitar jam 07:00 WIT, di luar area operasi penambangan PTFI. Tidak ada penumpang di dalam bus pada saat kejadian, dan tidak ada yang terluka. "Polisi telah berada di lokasi kejadian dan sedang melakukan penyelidikan," kata Mindo.
Untuk memastikan keselamatan karyawan perusahaan beserta keluarganya, kata Mindo, untuk sementara waktu PTFI menutup jalan antara MP-34 ke MP-66. "PTFI akan melanjutkan kerja sama dan mendukung sepenuhnya penyelidikan oleh Polisi atas peristiwa penembakan ini dan peristiwa penembakan lainnya yang terjadi baru-baru ini," jelas Mindo yang juga memastikan bahwa kegiatan penambangan dan pabrik pengolahan bijih tidak terganggu.
Seperti diberitakan Koran ini, sebelumnya terjadi kasus terror dan penembakan. Pada Rabu (8/7) terjadi pembakaran bus dan pengerusakan pos pantau di MP 71. Kemudian Sabtu (11/7) terjadi penembakan terhadap warga Australia, Drew Nicholas Grant di MP 52. Menyusul penembakan di MP 51 pada Minggu (12/7) yang menewaskan Markus Rattealo. Dan penemuan jenazah Bripda Marson di MP 51 pada Senin (13/7). Kemudian penembakan di MP 54 yang mengakibatkan lima anggota Brimob terluka tembak. (ver/eng/ckr)****
___________________________________
Sumber: http://cenderawasihpos.com
Dater : 13 Agustus 2009 00:52:46