News
Yan Mandenas Bantah, Uranium Pengalihan Isu
JAYAPURA — Tudingan, salah satu aktivis Forum Demokrasi Rakyat Papua (FORDEM Papua) Septer Manufandu jika isu uranium dan sejumlah isu lainnya belakangan ini, hanya mengalihkan perhatian masyarakat atas kegagakab Otsus , menuai tanggapan dari Ketua Fraksi Pikiran Rakyat DPRP Yan P Mandenas S.Sos. Bahkan mandenas ‘menantang’ Fordem untuk membuktikan jika isu uranium itu sebagai pengalihan isu.
Menurut Mandenas, tudingan itu tak benar. Pasalnya, sampai saat ini tak ada indikasi sedikitpun kalau laporan dugaan PT Freeport Indonesia memproduksi uranium yang tengah ditelusuri DPRP adalah bagian dari mengalihkan terhadap penolakan Otsus. Tapi yang kita dikerjakan kini adalah Tupoksi dalam rangka fungsi pengawasan DPRP.
Ditegaskan, ia menyampaikan kepada pihak pihak tertentu agar jangan berspekulasi apapun di media massa berkaitan dengan dugaan penambangan uranium yang dilakukan PTFI sebelum ada rekomendasi dari tim pakar tambang dan nuklir.
“Kalau tra tau soal masalah ini tra usah berspekulasi dan tra usah ada tudingan tudingan yang sembarangan serta asal bunyi. Kalau memang dia punya bukti bahwa ini pengalihan isu silakan buktikan. Kalau tidak konsekuensinya apa. Jangan asal ngomong di media massa kalau tidak tahu soal,” tandasnya ketika dikonfirmasi Bintang Papua disela sela LKPJ Gubernur Provinsi Papua tahun anggaran 2009 di Ruang Paripurna DPRP, Jayapura, Jumat (23/7).
Dijelaskan, segala sesuatu yang dilalukan DPRP telah sesuai Tupoksi dalam rangka fungsi pengawasan.
“Saya minta agar jangan ada imege image yang tak benar karena kami baru mau melangkah orang sudah berpikir begini mana bisa kita mau kerjakan sesuatu dengan baik. Kami justru membutuhkan dukungan dari seluruh komponen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat yang terabaikan,” tukas politisi Partai Hanura ini.
Dia mengatakan, pascah bergulirnya dugaan penambangan uranium yang dilakukan PTFI, maka pihaknya selalu menekankan bahwa spekulasi itu tak menguntungkan serta hanya menimbulkan pro kontra di media massa. Tapi pada akhirnya tak ada solusi dan titik temu yang dicapai.
“Jadi itu bukan bagian dari kedewasaan kita dalam menyelesaikan persoalan tapi kita harus arif bijaksana dalam memilah milah setiap persoalan,” imbuhnya, seraya menambahkan, pihaknya mengerjakan sesuatu secara transparan tanpa ditutupi.
Politisi Partai Hanura ini mengutarakan, apabila terdapat aspirasi masyarakat soal Otsus gagal dan sebagainya mesti sesuai mekanisme yang berlaku serta mekanisme di DPRP yang telah dilalui.
“Saya pikir itu bagian dari pada daya kritis masyarakat serta daya respons masyarakat terhadap pembangunan di daerah selama ini. Jadi itu wajar wajar saja tapi jangan sampai ada kecurigaan dan ada indikasi indikasi pemikiran yang memojokan DPRP,” ujarnya.(mdc)****
_________________________
Sumber: bintangpapua.com
Dater : 23 Juli 2010