| HOME | PASIFIC | INTERNATIONAL | HOMELAND | EDUCATION | FAQ | GUESSBOOK | ABOUT US| NOTIFICATION | DONATION |
papuatime
News of Morning Star Island » "Our art and culture is begin from our melanesian family, how about our struggle"

News

Presiden Cermati Masalah Papua

[ 18-07-2010 ] Posted by : Joko

Bacaan Rakyat Papua VIVAnews - [Sejak Juni lalu, Presiden mengikuti dengan seksama masalah Papua.] - Salah satu agenda yang dibahas Presiden dalam rapat konsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat pada Rabu 14 Juli 2010 adalah mengenai kondisi Papua.

Staf Khusus Presiden bidang Otonomi Daerah, Velix Wanggai, menyebutkan, masalah Papua menjadi salah satu perhatian Presiden dua bulan belakangan ini.

"Beliau (Presiden) mengikut perkembangan Papua sejak Juni sampai Juli ini," kata Velix yang berdarah Papua itu saat diwawancara VIVAnews melalui telepon, Sabtu 17 Juli 2010.

Perhatian Presiden dimulai dari munculnya Surat Keputusan Majelis Rakyat Papua yang memutuskan calon dalam pemilihan kepala daerah harus putra asli daerah dua bulan lalu. SK ini kemudian ditanggapi pemerintah dengan mengirim Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan ke Jayapura. "Pertimbangan secara legal, sosiologis, SK itu tidak bisa diterima," kata Velix.

SK itu kemudian dianggap tak berlaku. Namun, sikap pemerintah ini dikapitalisasi oleh sejumlah elit lokal sehingga membuat situasi politik di Papua semakin panas. Puncaknya, 8 Juli lalu, ribuan warga Papua kembali menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.

Velix menyebut, ada tiga tuntutan penting dari demonstrasi tersebut. Pertama meminta Otonomi Khusus dilaksanakan sepenuhnya. Kedua, menuntut referendum dan ketiga, meminta dialog internasional untuk masalah Papua.

Presiden, kata Velix, mengikuti informasi ini. Dalam Rapat Konsultasi, Presiden meminta jajarannya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Otonomi Khusus Papua. Kepada Dewan Perwakilan Rakyat, Presiden meminta untuk sementara diberlakukan moratorium pemekaran daerah.

"Evaluasi dilakukan untuk menyusun langkah-langkah terpadu, baik dari segi hukum, politik, ekonomi, dan kebudayaan," kata Velix. Dan evaluasi ini akan dilakukan secepatnya, sebelum Papua mengajukan anggaran 2011.****

_____________________________
Sumber: nasional.vivanews.com
Dater : 18 Juli 2010

News

Articles

Mob

  • Susu.. Susu
    [11-01-2010] Posted by : Joko


    Satu hari tong piknik ke kebun apel milik kepala desa. Agak jauh sih, naik sepeda kira kira 9 km dari kota [di welesi]. Di rumah peristirahatan itu ada piter anak kepsek yang kocak dan ramah. pas tong asyik istirahat karena capek baru sampai, de berseru:
    [ read more... ]

  • Pc Obet & Pc Trikora
    [09-10-2009] Posted by : Joko


    Obet lg crita2 dgn de pu teman skolah namanya trikora, dari jurusan bahasa tentang kata tanya yg benar.

    obet : eh trikora menurut koi, kata tanya yg benar tuh 'apa kabar rama atau rama apa kabar? trikora jwb, apa kabar rama? obet sambung kabar
    [ read more... ]

  • TNI Gigi neHh..
    [05-10-2009] Posted by : Joko


    Dalam suatu seleksi masuk TNI, Pace yang merupakan laki-laki asal Papua gagal masuk TNI karena tidak lolos tes kesehatan karena giginya ompong.

    Dia merasa tidak terima sehingga dia mengajukan keberatan kepada panitia seleksi TNI.

    Pac
    [ read more... ]

  • Kau Hancurkan Hatiku
    [23-09-2009] Posted by : Kelle


    Ni.... ada tete dan nene, skrang ni nene de jual pinang de depan kompleks ka ini, tapi tete juga tra mau kala de juga mo ikut nene jual pinang, stiap kali orang beli nene pu pinang, tete de minta uang tuk beli rokok,sampe bgni nene pu uang pinang su hab
    [ read more... ]

  • Siku di Depan Boleh
    [23-09-2009] Posted by : Kelle


    Pace satu nih de ada mo pi jual de pu sapi 3 ekor, jadi de su pi panggil mobil blakos alias blakang kosong.... Mobil su tiba di pace ko pu halaman rumah trus pace ko kasih naik sapi satu-satu ke atas blakos.... Sapi yang pertama dan kedua ni pas naik ke
    [ read more... ]

Link