News
TNI Tidak Gegabah Kejar OPM
JAYAPURA - [Dua Anggota TNI, Korban Penembakan OPM Berangsur Membaik] - Aksi penembakan yang dilakukan kelompok sipil bersenjata atau OPM Pimpinan Goliat Tabuni, di Pos Yambi, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak, Jumat (21/5) terhadap tiga aparat, dua TNI dan dua anggota Polisi, masih disikapi adem ayem oleh TNI.
Pihak TNI mengatakan tidak akan melakukan pengejaran terhadap OPM pelaku penembakan aparat, karena kasus tersebut menjadi tanggungjawab sepenuhnya pihak Polri. Demikian diungkapkan Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Inf Susilo saat dikonfirmasi Bintang Papua di Makodam XVII/Cenderawasih, Senin (24/5).
Untuk diketahui tiga korban penembakan OPM di Puncak Jaya itu, masing-masing, Lettu Inf Agung Setya Wibowo, Dan Pos Yambi Satgaspamrahwan/tas/Dantonban Kipan A Yonif 753/AVT dan Pratu Afrianto Iskandar anggota Pos Yambi Satgaspamrahwan/tas Yonif 753/AVT serta seorang personil Polres Puncak Jaya, Bripda Selvianus Sahuleka. Kapendam mengatakan, terkait batas waktu (deadline) 28 Juli 2010 terhadap OPM untuk menyerahkan diri, TNI tak akan melakukan operasi pengejaran , namun bila ada permintaan bantuan dari Polri.
Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, Kapolres Puncak Jaya AKBP Alex Korwa menandaskan, aksi penembakan terhadap 3 anggota TNI/Polri tersebut kemungkinan besar aksi balas dendam dari kelompok TPN/OPM pasca tewasnya Komandan Regu wilayah Yambi, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya Werius Telenggen yang ditembak aparat gabungan TNI/Polri beberapa waktu lalu. Sementara itu, dr Dedy Firmasyah, ahli bedah tulang RS Marthen Indey di RS Marthen Indey Jayapura, Senin (24/5) petang mengemukakan, kondisi kedua korban berangsur pulih pasca tindakan operasi.
Tapi pihaknya masih melakukan perawatan secara intensif. Setya Wibowo mengalami luka tembak pada lengan kanan bagian belakang tembus bagian depan. Sedangkan Afrianto Iskandar mengalami luka tembak pada pinggul bagian kanan tembus ke selangkangan bagian depan. Agung Setya Wibowo dioperasi selama 2 jam. Sedangkan Afrianto Iskandar dioperasi selama sejam. Namun tak ditemukan proyektil di tubuh kedua korban.
Sekedar diketahui, setelah mengalami penundaan akibat cuaca buruk yaitu kabut tebal yang terus menyelimuti Mulia ibukota Puncak Jaya Papua, evakuasi terhadap anggota TNI dan Polri, korban penembakan dari kelompok separatis bersenjata OPM, berhasil dievakuasi ke Jayapura, Minggu 23 Mei.
Selanjutnya korban dirawat di Rumah Sakit Martin Indey. Kata Kapendam, korban penembakan di evakusi dari Mulia, karena kondisnya sangat kritis, sementara, perlengkapan RS di Mulia sangat terbatas. Mereka diangkut dengan pesawat jenis Twin Otter milik Maskapai SusiAir menuju Sentani setelah cuaca di Mulia mulai bersahabat., kemudian dari Sentani diangkut dengan Helikopter menuju Rumah Sakit. “Evakuasi baru bisa dilakukan Minggu ini, setelah kabut di Mulia mulai terbuka, sehingga pesawat bisa mendarat dan terbang,” ujarnya.
Pasca penembakan, kata Susilo, situasi Puncak Jaya tetap kondusif, namun, anggotanya di setiap pos-pos meningkatkan kewaspadaan, karena kelompok bersenjata itu kapan saja dan setiap saat bisa beraksi lagi. OPM menyerang Pos TNI di Distrik Yambi Jumat 21 Mei malam, saat hujan deras dan kabut tebal. Mereka membrondong tembakan dari atas gunung.Dua anggota yang berada di pos tertembak. Sementara anggota Polisi dihadang dan ditembaki, ketika hendak melakukan evakuasi terhadap dua anggota TNI di Distrik Yambi. Mereka dihadang di tengah jalan tepat di Kampung Ginigom.
Anggota TNI yang tertembak, Lettu Inf Agung Setia luka ringan di lengan kanandan Pratu Afrianto luka dipinggul bagian belakang dlm keadaan kritis. Sedangkan anggota Polisi Bripda seprianus sahuleka mengalami luka tembak pada bagian kaki kanan, kemudian AKP Yeremias Rumawi (Kasat Samapta Polres Puncak Jaya ) luka percikan pada bagian lengan kiri dan dahi.
Kronologis kegiatan evakuasi sebagai berikut pukul 11.40 WIT helikopter Super Puma TNI/AU SA-330/HT-3318/Mayor Penerbang Hilman tiba di Hellyped Makodam XVII/Cenderawasih dari Lanud Jayapura Sentani dalam rangka melakukan evakuasi 3 orang korban penembakan kelompok bersenjata Goliat Tabuni berdasarkan manifest peswat terdiri dari 2 personil Yonif 753/AVT dan seorang personil Polres Puncak Jaya atas nama Bripda Selvianus Sahuleka, Bintara Logistik Polres Puncak Jaya mengalami luka tembak pada telapak kaki kanan dan luka terkena serpihan pada perut bagiab bawah tepat diatas pusar.
Selanjutnya 2 orang korban dari Yonif 753/AVT dievakuasi di RS Marthen Indey dan Bripda Selvianus Sahuleka dievakuasi ke RS Bhayangkara, Kotaraja, Jayapura.(mdc/jir)****
_________________________
Sumber: bintangpapua.com
Dater : 24 Mei 2010