| HOME | PASIFIC | INTERNATIONAL | HOMELAND | EDUCATION | FAQ | GUESSBOOK | ABOUT US| NOTIFICATION | DONATION |
papuatime
News of Morning Star Island » "Our art and culture is begin from our melanesian family, how about our struggle"

News

Moncong Senjata Tak Bisa Membunuh Idealisme Papua

[ 19-05-2010 ] Posted by : Joko

Aksi TNI-Polri JAYAPURA - Penembakan warga sipil oleh gabungan aparat Keamanan di Kabupaten Puncak Jaya, tidak akan membunuh idelisme dan nasionalis Papua. Penilaian itu seperti dilontarkan, Duma Socratez Sofyan Yoman menanggapi adanya penembakan seorang warga yang dianggap OPM di Puncak Jaya.

Socratez yang selalu hadir dengan kritikan pedas kepada pemerintah Indonesia ini, kepada Media ini melalui pres realisnya yang diterima malam kemarin, mengatakan pihaknya sangat prihatin dan menyesalkan sikap aparat keamanan yang menewaskan umat Tuhan dengan diembeli stigma OPM di Puncak Jaya.

“Label terhadap rakyat itu adalah cara lama yang sudah tidak relevan lagi di era sekarang. Bukan saatnya lagi otot dan moncong senjata berbunyi tapi otak hati dan mulut yang berbicara demi kemanusian, keadilan, hak asasi manusia dan kesetaraan,” saran Pendeta yang sering disebut sebagai pendeta separatis ini. Cara-cara aparat keamanan seperti ini, ragu Socratez, tidak akan mampu untuk memberikan jaminan bahwa keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini bisa terjaga dengan baik akan tetapi justru sebaga senjata yang kuat untuk memecahkan NKRI. “tidak harus dengan cara membunuh dan menumpahkan darah umat Tuhan, sudah bukan masanya lagi,” singgung Socratez. Socratez mengingatkan pihak-pihak terutama pihak keamanan yang selama ini ada di Tanah Papua untuk tidak terpesona dengan keberhasilan-keberhasilan menumpas keinginan masyarakat Papua yang notabene sejak integrasi sudah menginginkan terlepas dari NKRI.

“Perlu diingat dan jangan lupa ialah manusia Papua dibunuh terus tetapi ideology dan nasionalisme tetap hidup selamanya,” ungkapnya. Aparat keamanan, sebutnya, harus menghentikan kekerasan dan kekejaman yang berlangsung hamper 45 tahun di atas tanah Papua. Karena pendekatan kekerasan keamanan tidak menyelesaikan masalah tapi justru melahirkan masalah baru yang lebi berat. “Saatnya solusi damai yang ditempuh untuk menyelesaikan masalah Papua dan mengakhiri kekerasan di atas tanah Papua,” tutup Socratez.(hen)****

_____________________________
Sumber: bintangpapua.com
Dater : 18 Mei 2010

News

Articles

Mob

  • Susu.. Susu
    [11-01-2010] Posted by : Joko


    Satu hari tong piknik ke kebun apel milik kepala desa. Agak jauh sih, naik sepeda kira kira 9 km dari kota [di welesi]. Di rumah peristirahatan itu ada piter anak kepsek yang kocak dan ramah. pas tong asyik istirahat karena capek baru sampai, de berseru:
    [ read more... ]

  • Pc Obet & Pc Trikora
    [09-10-2009] Posted by : Joko


    Obet lg crita2 dgn de pu teman skolah namanya trikora, dari jurusan bahasa tentang kata tanya yg benar.

    obet : eh trikora menurut koi, kata tanya yg benar tuh 'apa kabar rama atau rama apa kabar? trikora jwb, apa kabar rama? obet sambung kabar
    [ read more... ]

  • TNI Gigi neHh..
    [05-10-2009] Posted by : Joko


    Dalam suatu seleksi masuk TNI, Pace yang merupakan laki-laki asal Papua gagal masuk TNI karena tidak lolos tes kesehatan karena giginya ompong.

    Dia merasa tidak terima sehingga dia mengajukan keberatan kepada panitia seleksi TNI.

    Pac
    [ read more... ]

  • Kau Hancurkan Hatiku
    [23-09-2009] Posted by : Kelle


    Ni.... ada tete dan nene, skrang ni nene de jual pinang de depan kompleks ka ini, tapi tete juga tra mau kala de juga mo ikut nene jual pinang, stiap kali orang beli nene pu pinang, tete de minta uang tuk beli rokok,sampe bgni nene pu uang pinang su hab
    [ read more... ]

  • Siku di Depan Boleh
    [23-09-2009] Posted by : Kelle


    Pace satu nih de ada mo pi jual de pu sapi 3 ekor, jadi de su pi panggil mobil blakos alias blakang kosong.... Mobil su tiba di pace ko pu halaman rumah trus pace ko kasih naik sapi satu-satu ke atas blakos.... Sapi yang pertama dan kedua ni pas naik ke
    [ read more... ]

Link