| HOME | PASIFIC | INTERNATIONAL | HOMELAND | EDUCATION | FAQ | GUESSBOOK | ABOUT US| NOTIFICATION | DONATION |
papuatime
News of Morning Star Island » "Our art and culture is begin from our melanesian family, how about our struggle"

News

Tidak Perlu Tambah Pasukan di Papua

[ 13-04-2010 ] Posted by : Joko

Aksi TNI-Polri Timika [PAPOS] - Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Hotma Marbun menegaskan sampai saat ini belum ada rencana penambahan pasukan TNI di Provinsi Papua dan Papua Barat. "Tidak ada rencana pembentukan batalyon infanteri (Yonif) bahkan Kodam baru di Papua," kata Hotma Marbun di Timika, Senin.

Ia mengatakan, saat ini terdapat sekitar 10 ribu prajurit TNI yang bertugas di Papua baik dari kalangan TNI AD, TNI AL maupun TNI AU.

Dengan jumlah personil TNI sebanyak itu, katanya, cukup untuk mengamankan kedaulatan NKRI dari rongrongan kelompok separatis atau sipil bersenjata. "Soal cukup atau tidak, ya tergantung bagaimana kesiapan dan profesionalisme setiap prajurit dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan," jelas Marbun.

Menurut dia, pembentukan batalyon infanteri (Yonif) maupun Bbrigade Infanteri (Brigif) membutuhkan dana yang sangat besar dan hal itu sangat tergantung pada kemampuan keuangan negara.

Meski demikian, Marbun mengingatkan agar kehadiran prajurit TNI di Papua tidak perlu dipolemikkan sepanjang dapat melaksanakan tugas secara profesional dan tidak mengganggu masyarakat.

Pangdam XVII/Cenderawasih mengatakan, situasi keamanan di seluruh wilayah Papua saat ini sangat aman dan kondusif.

Jika terjadi potensi gangguan kamtibmas, katanya, polisi yang bertugas mengatasi hal tersebut dengan dibantu oleh jajaran TNI.

"Siapapun yang melanggar hukum dan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat maka harus ditangkap dan diproses," kata Marbun.

Demikian juga dengan pengamanan obyek vital nasional (Obvitnas) PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, katanya, ditangani oleh jajaran kepolisian. Keterlibatan TNI hanya sebatas membantu polisi.

Sipil bersenjata

Menyangkut kasus penyerangan anggota Brimob dan TNI yang kerap terjadi di wilayah Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Pangdam mengatakan, pelakunya lebih merupakan kelompok masyarakat sipil yang memiliki senjata api. Penanganan kelompok sipil bersenjata yang ditengarai merupakan kelompok pimpinan Goliat Tabuni itu dilakukan oleh jajaran kepolisian.

Kelompok separatis organisasi papua merdeka (OPM) pimpinan Goliat Tabuni dalam beberapa tahun terakhir sering terlibat kontak tembak dengan jajaran TNI dan Polri saat bertugas di wilayah Mulia Puncak Jaya.

Kelompok pimpinan Goliat Tabuni itu disebut-sebut merupakan kelompok yang paling aktif pascatewasnya Panglima Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdea (TPN-OPM) Kelly Kwalik di tangan Densus 88 Anti Teror Polri di Timika, 16 Desember 2009 lalu. [ant/agi]****

_____________________
Sumber: papuapos.com
Dater : 13 April 2010

News

Articles

Mob

  • Susu.. Susu
    [11-01-2010] Posted by : Joko


    Satu hari tong piknik ke kebun apel milik kepala desa. Agak jauh sih, naik sepeda kira kira 9 km dari kota [di welesi]. Di rumah peristirahatan itu ada piter anak kepsek yang kocak dan ramah. pas tong asyik istirahat karena capek baru sampai, de berseru:
    [ read more... ]

  • Pc Obet & Pc Trikora
    [09-10-2009] Posted by : Joko


    Obet lg crita2 dgn de pu teman skolah namanya trikora, dari jurusan bahasa tentang kata tanya yg benar.

    obet : eh trikora menurut koi, kata tanya yg benar tuh 'apa kabar rama atau rama apa kabar? trikora jwb, apa kabar rama? obet sambung kabar
    [ read more... ]

  • TNI Gigi neHh..
    [05-10-2009] Posted by : Joko


    Dalam suatu seleksi masuk TNI, Pace yang merupakan laki-laki asal Papua gagal masuk TNI karena tidak lolos tes kesehatan karena giginya ompong.

    Dia merasa tidak terima sehingga dia mengajukan keberatan kepada panitia seleksi TNI.

    Pac
    [ read more... ]

  • Kau Hancurkan Hatiku
    [23-09-2009] Posted by : Kelle


    Ni.... ada tete dan nene, skrang ni nene de jual pinang de depan kompleks ka ini, tapi tete juga tra mau kala de juga mo ikut nene jual pinang, stiap kali orang beli nene pu pinang, tete de minta uang tuk beli rokok,sampe bgni nene pu uang pinang su hab
    [ read more... ]

  • Siku di Depan Boleh
    [23-09-2009] Posted by : Kelle


    Pace satu nih de ada mo pi jual de pu sapi 3 ekor, jadi de su pi panggil mobil blakos alias blakang kosong.... Mobil su tiba di pace ko pu halaman rumah trus pace ko kasih naik sapi satu-satu ke atas blakos.... Sapi yang pertama dan kedua ni pas naik ke
    [ read more... ]

Link