News
Wakapolda Bantah Tarik TNI dan Polri dari Freeport
JAYAPURA [PAPOS] – Wakapolda Papua, Brigadir Jendral Polisi Syafei Aksal, membantah statement Ketua Fraksi Pikiran Rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Yan P Mandenas S,Sos yang mengatakan pengamanan aparat TNI/Polri diareal Freeport di tarik, karena menyengsarakan masyarakat di Tembagapura, Timika.
Wakapolda Papua Brijen Pol, Syafei Aksal, saat ditemui wartawan, Selasa (30/3) di Swissbel Hotel, Jayapura menegaskan bahwa statemen yang disampaikan Yan P Amandenas sebagai anggota DPR Papua bahwa Konvoi TNI/Polri dari PT.Freepot Indonesia di Timika akan di tarik adalah tidak benar. Sebagai perusahaan multinasional PT.Freeport yang menghasilkan tembaga dan emas itu masih membutuhkan pengamanan bagi Polri maupun TNI.
" Saya anggap pernyataan itu tidak benar karena dari karyawan PT.Freepot sendiri serta pimpinan PT-Freepot tidak mau kalau aparat keamanan tidak melakukan pengawalan terhadap mereka jika bekerja," ujar Wakapolda usai membuka pelatihan PNNS Di Swissbel-Hotel, Jayapura kemarin.
Lebih jauh Wakapolda Papua menjelaskan, mengenai penarikan anggota pengamanan karyawan PT.Freepot sudah pernah diminta untuk dikurangi karena menganggap sudah aman, namun dari pihak perusahaan tidak mau, malah meminta untuk ditambah jumlahnya.
Sebelumnya pengamanan oleh aparat pengamanan di PT.Freeport sebanyak 1400 personil, namun karena melihat dan merasa sudah aman hingga dikurangi menjadi 700 sampai 800 personil yang selalu siap melakukan pengamanan di sana.
“ Polda sudah pernah meminta pengurangan personil pengamanan di Areal PT-Freepot hingga 400 personil saja, namun dari pihak perusahaan tidak mau dikurangi malah ingin ditambah,” ujarnya.
Dengan beberapa kali penembakan terhadap karyawan PT Freeport, maka karyawan Freeport tidak mau bekerja jika tidak dilakukan pengawalan aparat, sehingga pihak perusahaan minta dilakukan pengamanan demi kemanan mereka.
Oleh karena itu pernyataan yang disampaikan anggota DPR Papua, Yan Mandenas, bahwa TNI/Polri akan ditarik dari Freeport, karena meresahkan masyarakat serta menyengsarakan masyarakat tidak benar, tambah Wakapolda.
Namun Wakapolda lebih jauh mengatakan, jikalau memang ada informasi seperti yang disampaikan angota DPR Papua Yan Mandenas, tidak tertutup kemungkinan itu melakukan cek, apa benar masalahnya seperti itu dan anggota yang membuat resah dan menyengsarakan masyarakat dan karyawan PT.Freeport itu ?.
Masalah pengamanan Freeport, lanjut Wakapolda, pegawasan tidak hanya di biarkan begitu saja. " Kami tetap turun ke Timika untuk mengontrol setiap gerak gerik anggota, bahkan Kapolda sendiri turun untuk mengontrol anggota yang lagi bertugas dilingkungan perusahaan raksasa itu,” terangnya.
Wakapolda menegaskan, jika ada anggota yang melakukan keributan akan ditarik dan diproses sesuai tindak pidana hukum Polri, serta akan di lakukan pergantian.
Ketika ditanya masalah dana pengamanan dan trasportasi, Wakapolda Papua, Syafei Aksal mengatakan, mengenai dana pengamanan di Freeport, hal itu menjadi tanggungjawab Freeport sendiri yang membiayai bukan dari yang lain.[loy]****
________________________
Sumber: papuapos.com
Dater : 31 Maret 2010