| HOME | PASIFIC | INTERNATIONAL | HOMELAND | EDUCATION | FAQ | GUESSBOOK | ABOUT US| NOTIFICATION | DONATION |
papuatime
News of Morning Star Island » "Our art and culture is begin from our melanesian family, how about our struggle"

News

Ditelusuri Indikasi Keterlibatan TPN/OPM

[ 17-02-2010 ] Posted by : Kelle

Aksi TNI-Polri JAYAPURA - [Ditelusuri Indikasi Keterlibatan TPN/OPM Kasus Tewasnya Anggota Brimob di Mulia] - Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, kembali dikejutkan dengan tewasnya seorang anggota Brimobda Polda Papua bernama Briptu Suhrul (23). Penyebab tewasnya korban memang sedikit simpang siur. Ada yang mengatakan, korban tewas ditembak anggota TPN/OPM, namun informasi lain menyebutkan korban tewas akibat dianiaya dengan cara ditusuk di bagian lehernya. Kejadian itu terjadi Senin (15/2) pukul 10.45 WIT.

Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi Drs Agus Rianto yang dikonfirmasi Bintang Papua di Mapolda Papua, Senin (15/2) membenarkan pihaknya telah menerima laporan tewasnya seorang anggota Brimobda di Puncak Jaya lantaran dianiaya orang tak dikenal. Sebelum menghembuskan napas terakhir, menurut Agus Rianto, korban Briptu Sahrul Mahulaw dan seorang anggota ditugaskan mengawasi pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu perusahaan lokal di kota Mulia, ibukota Kabupaten Puncak Jaya.

Namun demikian, tambah Agus Rianto, tanpa tending aling aling korban dikeroyok 4 orang pelaku yang tak dikenal, mengakibatkan korban mengalami luka tusuk di bagian leher sebelah kanan.

Korban akhirnya dilarikan ke RSUD Mulia, tapi beberapa saat kemudian korban meninggal dunia. Sedangkan seorang anggota lain tak sempat mengalami pengeroyokan lantaran yang bersangkutan sedang berada jauh dari korban.

Ditanya apakah para pelaku berasal dari OPM/TPN, kata Agus Rianto, sejauh ini pihaknya belum mengatakan para pelaku berasal dari kelompok mana dan apa motif pembunuhan tersebut. Hal ini dikarenakan kejadian itu berlangsung sangat cepat. Untuk itu, pihaknya masih melakukan pencarian dan pengejaran terhadap pelaku. Pasalnya, pasca pengeroyokan tersebut para pelaku langsung terpencar dan melarikan diri ke hutan di sekitar Tempat Kejadian Peristiwa (TKP). Karenanya, belum dapat dipastikan mereka berasal dari kelompok mana dan apa motif penganiayaan tersebut. “Kami belum melakukan otopsi terhadap korban. Kami baru melakukan pemerikaan luar, sehingga belum mengetahui pelaku dan apa motif penganiyaan tersebut,” ujar Agus Rianto.

“Mudahan mudahan ketemu, sehingga dapat diketahui pelaku tersebut berasal dari kelompok mana dan motif penganiayan tersebut,” tukas Agus Rianto. “Kami akan segera melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi untuk proses penyelidikan selanjutnya,” tutur Agus Raanto.

Perihal alat apa yang digunakan para pelaku untuk menghabiskan nyawa korban, tutur Agus Rianto, pihaknya hanya menemukan sebuah senjata jenis SS di TKP. Senjata tersebut biasa digunakan anggota saat bertugas. “Kami belum mengetahui alat yang digunakan para pelaku untuk membunuh korban,” ucap Agus Rianto.

BUPATI: PELAKU PENEMBAKAN BUKAN OPM

Sementara itu Bupati Puncak Jaya Lukas Enembe menegaskan, pelaku bukan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Pelakunya bukan OPM, dan korban tewas juga bukan karena ditembak melainkan dikampak," kata Lukas Enembe yang ditemui di sela-sela peresmian asrama mahasiwa Tolikara di Yoka, Kodya Jayapura, Senin.

Lokasi peristiwa terletak di pinggir jalan yang menghubungkan kota lama dan kota baru, Mulia.

Kawasan itu senantiasa ramai dan merupakan tempat pembelian BBM bersubsidi, kata Enembe seraya menambahkan, pihaknya akan menanyakan informasi terakhir apakah benar korban mati akibat ditembak atau ditikam.

Sementara itu Kepala Bidang Dokkes Polda Papua Kombes Pol Zamil secara terpisah mengakui, pihaknya akan melakukan otopsi terhadap jenazah korban guna mengetahui penyebab kematiannya. "Kami masih melakukan otopsi karena jenazah baru tiba di RS Bhayangkara, setelah sebelumnya dievakuasi dengan menggunakan pesawat cessna milik Yajasi," ujar Kombes Zamil.

Sebelumnya Kapolres Puncak Jaya AKBP Alek Korwa ketika dihubungi dari Jayapura, mengatakan bahwa korban ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) yang berjumlah empat orang sekitar pukul 10.50 WIT.

Korban saat itu sedang bertugas mengamankan pangkalan BBM yang terletak di Kota Mulia, Ibu Kota Kabupaten Puncak Jaya. Ia tewas karena tertembak di bagian leher.

Selain menembak korban, para pelaku juga merampas senjata SS 1 yang dibawa korban. Kasus penembakan di Mulia merupakan yang kedua selama tahun 2010 yakni pertama tgl 27 Januari 2010 di kampung Kolome, distrik Tingginambut menyebabkan seorang supir angkot terluka.(mdc/ant)****

________________________
Sumber: bintangpapua.com
Dater : 15, 02. 2010

News

Articles

Mob

  • Susu.. Susu
    [11-01-2010] Posted by : Joko


    Satu hari tong piknik ke kebun apel milik kepala desa. Agak jauh sih, naik sepeda kira kira 9 km dari kota [di welesi]. Di rumah peristirahatan itu ada piter anak kepsek yang kocak dan ramah. pas tong asyik istirahat karena capek baru sampai, de berseru:
    [ read more... ]

  • Pc Obet & Pc Trikora
    [09-10-2009] Posted by : Joko


    Obet lg crita2 dgn de pu teman skolah namanya trikora, dari jurusan bahasa tentang kata tanya yg benar.

    obet : eh trikora menurut koi, kata tanya yg benar tuh 'apa kabar rama atau rama apa kabar? trikora jwb, apa kabar rama? obet sambung kabar
    [ read more... ]

  • TNI Gigi neHh..
    [05-10-2009] Posted by : Joko


    Dalam suatu seleksi masuk TNI, Pace yang merupakan laki-laki asal Papua gagal masuk TNI karena tidak lolos tes kesehatan karena giginya ompong.

    Dia merasa tidak terima sehingga dia mengajukan keberatan kepada panitia seleksi TNI.

    Pac
    [ read more... ]

  • Kau Hancurkan Hatiku
    [23-09-2009] Posted by : Kelle


    Ni.... ada tete dan nene, skrang ni nene de jual pinang de depan kompleks ka ini, tapi tete juga tra mau kala de juga mo ikut nene jual pinang, stiap kali orang beli nene pu pinang, tete de minta uang tuk beli rokok,sampe bgni nene pu uang pinang su hab
    [ read more... ]

  • Siku di Depan Boleh
    [23-09-2009] Posted by : Kelle


    Pace satu nih de ada mo pi jual de pu sapi 3 ekor, jadi de su pi panggil mobil blakos alias blakang kosong.... Mobil su tiba di pace ko pu halaman rumah trus pace ko kasih naik sapi satu-satu ke atas blakos.... Sapi yang pertama dan kedua ni pas naik ke
    [ read more... ]

Link