News
Ditelusuri Indikasi Keterlibatan TPN/OPM
JAYAPURA - [Ditelusuri Indikasi Keterlibatan TPN/OPM Kasus Tewasnya Anggota Brimob di Mulia] - Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, kembali dikejutkan dengan tewasnya seorang anggota Brimobda Polda Papua bernama Briptu Suhrul (23). Penyebab tewasnya korban memang sedikit simpang siur. Ada yang mengatakan, korban tewas ditembak anggota TPN/OPM, namun informasi lain menyebutkan korban tewas akibat dianiaya dengan cara ditusuk di bagian lehernya. Kejadian itu terjadi Senin (15/2) pukul 10.45 WIT.
Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi Drs Agus Rianto yang dikonfirmasi Bintang Papua di Mapolda Papua, Senin (15/2) membenarkan pihaknya telah menerima laporan tewasnya seorang anggota Brimobda di Puncak Jaya lantaran dianiaya orang tak dikenal.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, menurut Agus Rianto, korban Briptu Sahrul Mahulaw dan seorang anggota ditugaskan mengawasi pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu perusahaan lokal di kota Mulia, ibukota Kabupaten Puncak Jaya.
Namun demikian, tambah Agus Rianto, tanpa tending aling aling korban dikeroyok 4 orang pelaku yang tak dikenal, mengakibatkan korban mengalami luka tusuk di bagian leher sebelah kanan.
Korban akhirnya dilarikan ke RSUD Mulia, tapi beberapa saat kemudian korban meninggal dunia. Sedangkan seorang anggota lain tak sempat mengalami pengeroyokan lantaran yang bersangkutan sedang berada jauh dari korban.
Ditanya apakah para pelaku berasal dari OPM/TPN, kata Agus Rianto, sejauh ini pihaknya belum mengatakan para pelaku berasal dari kelompok mana dan apa motif pembunuhan tersebut. Hal ini dikarenakan kejadian itu berlangsung sangat cepat. Untuk itu, pihaknya masih melakukan pencarian dan pengejaran terhadap pelaku. Pasalnya, pasca pengeroyokan tersebut para pelaku langsung terpencar dan melarikan diri ke hutan di sekitar Tempat Kejadian Peristiwa (TKP). Karenanya, belum dapat dipastikan mereka berasal dari kelompok mana dan apa motif penganiayaan tersebut. “Kami belum melakukan otopsi terhadap korban. Kami baru melakukan pemerikaan luar, sehingga belum mengetahui pelaku dan apa motif penganiyaan tersebut,” ujar Agus Rianto.
“Mudahan mudahan ketemu, sehingga dapat diketahui pelaku tersebut berasal dari kelompok mana dan motif penganiayan tersebut,” tukas Agus Rianto. “Kami akan segera melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi untuk proses penyelidikan selanjutnya,” tutur Agus Raanto.
Perihal alat apa yang digunakan para pelaku untuk menghabiskan nyawa korban, tutur Agus Rianto, pihaknya hanya menemukan sebuah senjata jenis SS di TKP. Senjata tersebut biasa digunakan anggota saat bertugas. “Kami belum mengetahui alat yang digunakan para pelaku untuk membunuh korban,” ucap Agus Rianto.
BUPATI: PELAKU PENEMBAKAN BUKAN OPM
Sementara itu Bupati Puncak Jaya Lukas Enembe menegaskan, pelaku bukan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).
"Pelakunya bukan OPM, dan korban tewas juga bukan karena ditembak melainkan dikampak," kata Lukas Enembe yang ditemui di sela-sela peresmian asrama mahasiwa Tolikara di Yoka, Kodya Jayapura, Senin.
Lokasi peristiwa terletak di pinggir jalan yang menghubungkan kota lama dan kota baru, Mulia.
Kawasan itu senantiasa ramai dan merupakan tempat pembelian BBM bersubsidi, kata Enembe seraya menambahkan, pihaknya akan menanyakan informasi terakhir apakah benar korban mati akibat ditembak atau ditikam.
Sementara itu Kepala Bidang Dokkes Polda Papua Kombes Pol Zamil secara terpisah mengakui, pihaknya akan melakukan otopsi terhadap jenazah korban guna mengetahui penyebab kematiannya. "Kami masih melakukan otopsi karena jenazah baru tiba di RS Bhayangkara, setelah sebelumnya dievakuasi dengan menggunakan pesawat cessna milik Yajasi," ujar Kombes Zamil.
Sebelumnya Kapolres Puncak Jaya AKBP Alek Korwa ketika dihubungi dari Jayapura, mengatakan bahwa korban ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) yang berjumlah empat orang sekitar pukul 10.50 WIT.
Korban saat itu sedang bertugas mengamankan pangkalan BBM yang terletak di Kota Mulia, Ibu Kota Kabupaten Puncak Jaya. Ia tewas karena tertembak di bagian leher.
Selain menembak korban, para pelaku juga merampas senjata SS 1 yang dibawa korban. Kasus penembakan di Mulia merupakan yang kedua selama tahun 2010 yakni pertama tgl 27 Januari 2010 di kampung Kolome, distrik Tingginambut menyebabkan seorang supir angkot terluka.(mdc/ant)****
________________________
Sumber: bintangpapua.com
Dater : 15, 02. 2010