News
Jangan Berandai-andai soal Penembakan di Freeprot
JAYAPURA - [Kapolda: Timika Sudah Kondusif] - Diragukannya keterlibatan Kelly Kwalik dalam serangkaian penembakan di area PT Freeport Indonesia baik oleh Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Forkorus Yaboisembut maupun Sekjen Presidium Dewan Papua (PDP) Thaha Alhamid, ditanggapi Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Agus Rianto.
Pihaknya mengatakan, sampai saat ini kepolisian belum bisa menangkap para pelaku penembakan itu sehingga belum bisa dipastikan siapa pelaku penembakan di area tambang emas tersebut.
"Jadi, jangan berandai-andai. Kelly Kwalik merupakan DPO (Daftar Pencarian Orang) dalam kasus penembakan terhadap warga asing di Mile 62-63 pada tahun 2002 lalu dan DPO-nya diterbitkan pada tahun 2006," ujarnya.
Yang jelas, kasus penembakan di Freeport Indonesia baru-baru ini, ujar Agus Rianto, masih dilakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. "Kami masih melakukan penyelidikan, belum bisa memastikan. Kita tidak pernah sebut seseorang dari kelompok mana? Kita kategorikan pelakunya sebagai kelompok kriminal bersenjata," tandasnya.
Kemudian terkait pengamanan di area PT Freeport Indonesia, Kabid Humas mengungkapkan, pelaksanaan tugas pengamanan di area PT Freeport Indonesia itu dilakukan berdasarkan Keppres tentang pengamanan obyek atau proyek vital nasional, termasuk Freeport Indonesia.
"Dalam Keppres ditekankan bahwa pengamanan dilakukan oleh Polri, nantinya jika satuan pengamanan atau security sudah kuat, maka bisa dikurangi. Kita melakukan pengamanan, namun mengingat dukungan personel terbatas, sehingga Polri meminta dukungan TNI. Dalam pelaksanaan tugas itu, Polri berada di ring 1 atau area PT Freeport Indonesia, sedangkan TNI berada di ring 2," jelasnya.
Meski demikian, kata Kabid Humas Agus Rianto, pada waktu tertentu tidak tertutup kemungkinan Polri dan TNI melakukan kegiatan bersama, termasuk disaat terjadinya gangguan keamanan.
Keterlibatan TNI dalam Satgas Amole pengamanan obyek vital nasional PT Freeport Indonesia itu, lanjut Kabid HUmas, sifatnya adalah perkuatan atau back up ketika diminta oleh Polri.
Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Bekto Soeprapto saat ditemui wartawan usai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka pengambilan sumpah/janji anggota DPRP, Selasa (26/1) kemarin mengatakan, kondisi saat ini di Timika pasca penembakan Minggu (24/1) lalu sudah kondusif, bahkan aktivitas masyarakat sudah kembali normal, sehingga ini menandakan bahwa semua sudah kembali seperti biasanya.
"Kondisi saat ini sudah normal dan berjalan seperti biasanya. Terjadinya gangguan saat kejadian saja,"ungkap Kapolda Papua.
Ditegaskannya, meski peristiwa itu sudah terjadi dan mengakibatkan korban, pihak kepolisian tetap berupaya keras mengungkap kasus ini hingga tuntas, sampai tertangkap pelakunya.
Pihaknya meminta adanya keterlibatan masyarakat untuk membantu memberikan informasi tentang pelaku penembakan, sehingga secepatnya terungkap dan tertangkap pelakunya.
"Saat ini polisi masih melakukan proses penyelidikan sampai ketemu pelakunya dan tidak akan berhenti, bahkan saksi-saksi masih akan diperiksa,"tandasnya. (bat/nal/fud)****
_______________________
Sumber: cepos.com
Dater : 27 Januari 2010