News
Penembakan di Freeport
Tuding Siapa Lagi - Menyusul terjadinya insiden penembakan rombongan bus karyawan oleh orang tak dikenal di Mile 60-61 ruas jalan Timika-Tembagapura, Minggu pagi,mengingatkan memorik kita kembali dengan sosok sang- Pimpinan OPM (Alm) Kelly Kwalik.
JIka saja kasus penembakan ini, terjadi di jaman Kelly Kwalik (sebelum tewas ditembak aparat keamanan), sudah barang tentu tudingan nya dialamatkan ke Kelly jadi dalangnya.
Tapi sekarang ini, pihak-pihak yang selalu menuding pimpinan OPM Kelly jadi kebingungan mencari-cari siapa dalang di balik aksi teror penembakan yang melukai 9 orang, 5 diantaranya karyawan Freeport bersama keluarga dan 4 anggota Brimob.
Dia harus hati-hati, jika menuding Kelly lagi, jelas ketahuan 'rekayasanya' bukankan Kelly kini sudah kembali ke debu tanah, tinggal tulang belulang di kuburan. Ataukah sampai ada Kelly-Kelly muda yang kini mulai muncul lagi melanjutkan stafet perjuangan seniornya? Tentu saja yang bisa menjawab adalah waktu, ketika pelaku penembakan itu sudah ditangkap aparat. Dan suatu 'PR' berat bagi aparat keamanan.
Mampu kah menangkap pelaku yang sebenarnya, ataukah kembali lagi dengan pola-pola di jaman Kelly masih hidup, dimana hampir setiap peristiwa yang mirip dan sejenis terjadi di areal PT Freeport bidikannya pasti ke Kelly Kwalik, meskipun areal terjadinya aksi penembakan itu cukup ketat dari pengamanan aparat. Bahkan mungkin makluk yang bisa masuk dan beraktivitas wilayah itu hanyalah aparat keamanan. Itu pun tidak sembarang, hanya terbatas bagi aparat tertentu. Tanpa menuduh ada pihak yang 'tukang' merekayasa, namun itulah sebuah 'misteri' yang selama ini terjadi, dan mungkin sulit diungkap oleh aparat kemanan di republik ini.
Tapi bisa dimahklumi, selagi Freeport masih beroprasi di Timika, banyak kepentingan yang 'dibungkus' dengan alasan kepentingan negara. Sampai-sampai banyak yang berpendapat kalau mau Freeport aman dari aksi-aski penembakan, maka sebaiknya cukup dijaga oleh security perusahaan yang ada, dan dibantu seperlunya dari aparat kepolisian. Tetapi untuk solusi itu, imposible, lagi-lagi karena alasan pengamana aset vital yang harus dilindungi negara. Karena itu hampir semua satuan dari angkatan bersenjata Republik Indonesia harus dilibatkan di sana.
Rasa penasaran itu juga datang Komisi B DPRD Mimika, Wilhelmus Pigai di Timika, Wilhelmus Pigai mengaku heran dengan terjadinya kembali peristiwa penembakan di areal pertambangan emas dan tembaga itu, meski Kelly Kwalik yang selama ini dituduh sebagai dalang dibalik penyerangan ke areal Freeport telah ditembak mati 16 Desember 2009.
Senada dengan Pigai, maka anggota DPRD lainnya Karel Gwijangge mengatakan, warga Mimika bingung dengan terjadinya kembali insiden penembakan di areal Freeport.
Karena itu ia mendesak polisi bekerja serius dan jujur untuk mengungkap dalang berbagai aksi penembakan di areal Freeport selama ini. Polisi harus bekerja sungguh-sungguh dan jujur untuk mengungkap fakta yang sebenarnya. Jangan ada yang ditutup-tutupi atau disembunyikan. Jangan sampai menuding Kelly Lagi.*
_____________________________
Ditulis oleh: wardan binpa
Dater : 24 Januari 2010