| HOME | PASIFIC | INTERNATIONAL | HOMELAND | EDUCATION | FAQ | GUESSBOOK | ABOUT US| NOTIFICATION | DONATION |
papuatime
News of Morning Star Island » "Our art and culture is begin from our melanesian family, how about our struggle"

News

Dialog Penting Untuk Minimalisir Konflik

[ 22-01-2010 ] Posted by : Joko

Bacaan Rakyat Papua JAYAPURA– [Dialog Penting Untuk Minimalisir Konflik. Gubernur: Papua Zona Damai Harus Terwujud] - Guna meminimalisir serta menghindari konflik yang terus terjadi di masyarakat, Gubernur Provinsi Papua Barnabas Suebu SH, mengehendaki perlunya dialog.

Hal ini dikatakan Gubernur di Gedung Negara, saat coffe morning dengan sejumlah wartawan media cetak dan elektronik di Jayapura, Kamis (21/1) kemarin.

”Soal konflik antara masyarakat dengan masyarakat, antara masyarakat dan aparat keamanan dan pemerintah, ini yang harus kita bangun kebersamaan dan dialog untuk mengatasi masalah-masalah,” jelas Gubernur.

Gubernur mengatakan, nilai-nilai demokrasi harus terus dibangun dalam masyarakat Papua guna mewujudkan Papua sebagai Zona Damai yang telah dicetuskan oleh masyarakat Papua beberapa tahun lalu.

Zona damai, kata Gubernur merupakan satu dari empat agenda pentingnya yang akan dicapai oleh pemerintahannya selama tahun 2010 ini

”Papua Zona Damai yakni Papua yang menjadi satu negeri yang damai, aman, tertib, dan disiplin, rakyatnya taat hukum, menghormati hak-hak asasi manusia (HAM), nilai-nilai demokrasi dijunjung,” tegas Gubernur.

Sementara terkait demokrasi di Papua yang seringkali memancing pertikaian antara aparat penegak hukum dengan masyarakat, pemerintah dengan masyarakat, gubernur mengatakan, bahwa harus ada kesepahaman.

”Soal demokrasi, kita semua tahu bahwa di Papua dibagi menjadi dua jenis pemilih, kita sedang amati daerah gunung itu,” sebut Gubernur.

Bahkan Gubernur juga mengakui bahwa dirinya pernah membaca sebuah buku yang berjudul Noken dan penghianatan terhadap Demokrasi. Buku ini menceritakan bagaimana perlakuan demokrasi di daerah pegunungan. ”Itu pelanggaran” ujar Gubernur.

Menyiggung kembali pada persoalan dialog dan kebersamaan dalam konteks HAM, gubernur mengatakan hal tersebut akan terus diupayakan dan diselesaikan secara tuntas.”Membangun nilai-nilai kebersamaan, penegakan hukum, dan menghargai HAM, hanya itu saja intinya,” terang Gubernur.(hen)****

______________________________

sumber: bintangpapua.com
Dater : Jumat, 22 Januari 2010

News

Articles

Mob

  • Susu.. Susu
    [11-01-2010] Posted by : Joko


    Satu hari tong piknik ke kebun apel milik kepala desa. Agak jauh sih, naik sepeda kira kira 9 km dari kota [di welesi]. Di rumah peristirahatan itu ada piter anak kepsek yang kocak dan ramah. pas tong asyik istirahat karena capek baru sampai, de berseru:
    [ read more... ]

  • Pc Obet & Pc Trikora
    [09-10-2009] Posted by : Joko


    Obet lg crita2 dgn de pu teman skolah namanya trikora, dari jurusan bahasa tentang kata tanya yg benar.

    obet : eh trikora menurut koi, kata tanya yg benar tuh 'apa kabar rama atau rama apa kabar? trikora jwb, apa kabar rama? obet sambung kabar
    [ read more... ]

  • TNI Gigi neHh..
    [05-10-2009] Posted by : Joko


    Dalam suatu seleksi masuk TNI, Pace yang merupakan laki-laki asal Papua gagal masuk TNI karena tidak lolos tes kesehatan karena giginya ompong.

    Dia merasa tidak terima sehingga dia mengajukan keberatan kepada panitia seleksi TNI.

    Pac
    [ read more... ]

  • Kau Hancurkan Hatiku
    [23-09-2009] Posted by : Kelle


    Ni.... ada tete dan nene, skrang ni nene de jual pinang de depan kompleks ka ini, tapi tete juga tra mau kala de juga mo ikut nene jual pinang, stiap kali orang beli nene pu pinang, tete de minta uang tuk beli rokok,sampe bgni nene pu uang pinang su hab
    [ read more... ]

  • Siku di Depan Boleh
    [23-09-2009] Posted by : Kelle


    Pace satu nih de ada mo pi jual de pu sapi 3 ekor, jadi de su pi panggil mobil blakos alias blakang kosong.... Mobil su tiba di pace ko pu halaman rumah trus pace ko kasih naik sapi satu-satu ke atas blakos.... Sapi yang pertama dan kedua ni pas naik ke
    [ read more... ]

Link