News
Situasi Papua ‘Panas’
Jayapura (PAPOS)- [BINCANG-BINCANG : Malam Tos atau Resepsi Tahun Baru di Sasana Krida kantor Gubernur, tampak Gubernur Papua Barnabas Suebu, SH bersama Kapolda Papua Irjen Pol Bekto Suprapto, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI A. Y Nasution] Kepolisian Daerah Papua memprediksi selama tahun 2010 akan terjadi peningkatan situasi kamtibmas (panas) termasuk kasus penyerangan yang dilakukan kelompok bersenjata, baik terhadap pos Polri/TNI maupun kepada masyarakat.
"Untuk serangan terhadap masyarakat diduga akan dilakukan di daerah terpencil," ungkap Kapolda Papua Bekto Suprapto kepada wartawan di Jayapura.
Dikatakan, daerah yang rawan gangguan dari kelompok separatis antara di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Mimika, Merauke, Paniai, Puncak Jaya serta Kabupaten Jayapura.
Pernyataan Kapolda Papua tersebut baru beberapa hari sudah terbukti, dimana Senin (4/1) kemarin terjadi keributan di Kwamki Lama Timika yang menyebabkan 6 orang terluka kena panah.
Penyerangan itu dipicu adanya persoalan lama dimana kasus pemerkosaan yang belum dibawarkan dendanya. Penyerangan terjadi sekitar pukul 16.30 waktu setempat.
Selain penyerangan yang dilakukan kelompok bersenjata, lanjut dia, pihaknya juga memprediksi 2010 cukup marak dengan aksi unjuk rasa dan tuntutan kelompok masyarakat tertentu yang tidak puas dengan kebijakan dan kinerja aparat pemerintah, yang kemudian bermuara pada gangguan kamtibmas.
Termasuk gangguan lalu lintas tahun 2010 akan mengalami peningkatakan, di bidang lalu lintas di prediksi kerawanan yang akan terjadi akibat kesadaran masyarakat penguna jalan yang masih relatif rendah berpotensi menjadi penyebab kasus kecelakaan dan pelanggaran lalulintas dan akibat minuman keras.
Selain itu, banyaknya warga asing yang secara ilegal melakukan tindakan pelanggaran atau kejahatan di tanah Papua, seperti melakukan penganiayaan serta perburuan dan menyelundupkan ganja.
"Penyelundupan narkoba itu diduga akan dilakukan dari Papua Nugini, di mana Papua dijadikan daerah transit sebelum sampai ke negara tujuan, seperti Australia," katanya.
Untuk mengantisipasi terjadinya kasus-kasus tersebut, kata Irjen Pol Bekto, pihaknya lebih memberdayakan peran polisi masyarakat hingga dapat menjadi daya tangkal yang kuat, termasuk adanya segala bentuk provokasi, yang pada akhirnya mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.
Menurutnya, pihaknya juga akan meningkatkan patroli dan penjagaan, terutama di tempat-tempat rawan gangguan seperti di lokasi keramaian, sehingga mampu memberikan bantuan dalam mengatasi setiap permasalahan di masyarakat guna mewujudkan pelayanan cepat oleh anggota Polri.
Sedangkan di lingkungan Polri sendiri, pihaknya akan meningkatkan profesionalisme anggota sehingga penanganan setiap kasus tidak berlarut-larut, ujar Kapolda Papua Irjen Pol Bekto Suprapto.
Timika Ribut
Akibat kasus pemerkosaan yang belum dibayar penggantian dendanya, Senin (4/1) sekitar pukul 16.20 memicu keributan warga di Kwamki Lama Timika dan menyebabkan enam orang warga menjadi korban dengan luka-luka akibat kena panah.
Kapolres Mimika, AKBP Muh.Sagi yang diwakili Wakapolres Mimika, Kompol Yermias Runtini saat dikonfirmasi Papua Pos di tempat kejadian peristiwa (TKP), jalan Kios Panjang, Kwamki Lama membenarkan kejadian itu yang berlangsung sejak pukul 16.20 WIT. Warga saling panah-memanah dan menimbulkan korban luka-luka. Keributan itu terjadi akibat masalah pembayaran denda yang dituntut kelompok warga Kwamki Lama (Jalan Mambruk-red) kepada keluarga Karaminus Kinal senilai Rp.100 juta, tetapi belum terbayarkan di hari ini.
“Akibat dari pembayaran denda yang diminta harus dibayarkan hari ini. Namum belum bisa dijawab, terjadi keributan diantara mereka sendiri dan terakhir ada 6 korban kena panah,” ujar Kompol Runtini.(loy/cr-52)****
_______________________________
Sumber: cepos.com
Dater : Selasa, 05 Januari 2010