News
Kwalik Terbunuh, Pengamanan Freeport Tak Dikurangi
JAYAPURA, KOMPAS.com — Kepala Polda Papua Irjen (Pol) Bekto Suprapto menegaskan, pihaknya tidak akan mengurangi jumlah personel yang mengamankan PT Freeport walaupun panglima OPM Kelly Kwalik sudah tewas tertembak dalam upaya penangkapan tanggal 16 Desember lalu.
"Kami tidak mengurangi jumlah personel yang mengamankan perusahaan tersebut karena berbagai faktor, antara lain Kelly Kwalik masih punya anggota yang memiliki beberapa pucuk senjata sehingga bisa saja mereka kembali melakukan gangguan di kawasan tersebut," kata Irjen (Pol) Bekto di Jayapura, Jumat (1/1/2010).
Dia mengatakan, pihaknya hingga kini belum bisa memprediksi apakah setelah Kelly Kwalik meninggal, intensitas gangguan di kawasan itu berkurang atau tidak, Oleh karena itu, untuk saat ini tidak ada pengurangan personel. Selain tidak mengurangi jumlah personel, pihaknya juga tidak menambah personel karena yang ada saat ini sudah cukup.
Ketika ditanya tentang pimpinan OPM lainnya yang hingga kini sering mengganggu kamtibmas, Kepala Polda mengatakan akan menindak dengan tegas mereka yang melakukan gangguan kamtibmas. "Anggota juga akan melakukan penangkapan bila memang ada fakta hukum tentang keterlibatan mereka, termasuk tokoh-tokoh OPM lainnya," katanya.
"Tanpa fakta hukum, kami tidak bisa menangkap mereka," ungkap Irjen (Pol) Bekto. Menurut Bekto, pihaknya akan bekerja sama dengan setiap komponen masyarakat untuk menjaga agar situasi kamtibmas di Papua tetap kondusif sehingga saat ini setiap anggota lebih banyak diterjunkan ke tengah masyarakat.
"Mudah-mudahan dengan adanya pola kemitraan antara polisi dan masyarakat, maka situasi kamtibmas yang kondusif dapat tercapai," katanya.(ABI)****
_____________________________
Sumber: kompas.com
Dater : Jumat, 1 Januari 2010