News
Tenda di Makam Theys Dibongkar
SENTANI- [Yohanes Eluay: Makam Ortu Kami Jangan Dijadikan Objek Politis ] Meski sempat dihimbau untuk meninggalkan lokasi makam alm Theys Eluay, namun sekelompok massa yang mengaku sebagai simpatisan yang berduka akibat tertembaknya ‘Jenderal’ Kelly Kwalik beberapa waktu lalu bersihkeras tidak mau meninggalkan tempat tersebut. Alasannya karena masih berduka, apalagi jenazah alm Kelly Kwalik belum dimakamkan.
Tapi rupanya Selasa (22/11) sekitar pukul 12.40 akhirnya 2 tenda yang berada di lokasi makam tersebut langsung dibongkar kelompok massa sendiri, setelah didesak secara paksa oleh 2 pleton Jajaran Polres Jayapura dari semua fungsi dibantu 1 pleton personil Brimobda Papua.
Pembogkaran tersebut dipimpin langsung Kapolres Jayapura AKBP Mathius Fakhiri SIK, meski sempat terjadi debat argument dari beberapa orang yang berada di tenda tersebut, namun ketegasan yang diambil jajaran kepolisian akan bertindak paksa untuk membongkar tenda membuat kelompok massa yang saat itu diketuai oleh Agus Kogoya tidak dapat berbuat banyak, dan langsung membongkar tenda mereka sendiri dibawah pengawasan petugas kepolisian.
Massa yang saat didatangi petugas saat sedang makan siang itu, terlihat berat dan enggan membongkar tenda mereka, namun mereka akhirnya membongkarnya dengan tertib dan membawa barang-barang mereka ke rumah salah seorang rekan mereka yang berada di kampong Sereh Sentani. Hanya terlihat salah seorang ibu berusia separoh bayah yang memprotes tindakan paksa yang dilakukan oleh petugas itu, sambil mengumpat para petugas baik dengan bahasa daerahnya sendiri maupun dengan bahasa Indonesia. Bahkan wanita tersebut langsung melempari sepiring makanannya dan meneteskan air matanya, karena merasa benar-benar berduka dengan kematian Kelik Kwalik yang dianggap sangat kontraversial.
Kapolres Jayapura dalam debatnya dengan kelompok massa itu mengatakan bahwa niat dirinya membubarkan tenda-tenda itu, tidak ada unsure politiknya sama sekali, tapi semata-mata hanya kepentingan situasi kamtibmas, agar tetap kondusif menjelang maupun pasca pelaksanaan natal dan tahun baru.
Kapolres juga bersedia memberikan bantuan seekor ternak babi untuk pelaksanaan ibadah malam penghiburan Kelly Kwalik oleh kelompok massa yang berada di Sentani, atas pribadinya sendiri asal massa tidak tetap berada di lokasi makam alm Theys dengan atribut tenda-tendanya.
“Himbauan saya untuk memaksa saudara-saudara meninggalkan tempat ini tidak ada unsure politis apapun, dan saya siap untuk memberikan bantuan ternak babi bagi saudara-saudara untuk melaksanakan ibadah malam penghiburan asal tidak di tempat ini,” ujar Kapolres serius. Meskipun himbaun Kapolres ini sempat diprotes oleh massa karena mereka beranggapan bahwa keberadaan mereka disitu hanya untuk menjaga tenda tersebut yang dibangun oleh mama Yosepha Alomang jadi petugas ingin membongkarnya harus direstui dulu oleh mama Yosepha yang kini berada di Timika mengikuti pemakaman Kelly Kwalik.
Namun Kapolres Jayapura tetap tidak kompromi dengan alasan tersebut, hingga akhirnya massa menyelesaikan makan siang mereka dan membongkar tenda-tenda tersebut.
Berulang kalinya masa melakukan pusat konsentrasi masa pada moment-moment kamtibmas di makam pria asal kampung Sereh Distrik Sentani yang namanya sempat mengkristal hingga ke dunia Internasional yakni alm Dortheys Hiyo Eluay itu membuat salah satu anaknya yakni Yohanes Eluay melakukan protes keras.
Bahkan pria yang juga kini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Jayapura jilid II itu meminta agar kepolisian bertindak tegas bagi oknum-oknum baik secara individu maupun kelompok yang memanfaatkan makam orang tuanya itu sebagai symbol politik kemerdekaan Papua.
“Makam orang tua kami jangan dijadikanobjek politis untuk mengacaukan kondisi kamtibmas di Papua, terlebih khusus lagi di Kabupaten Jayapura, dan saya berharap agar kepolisian juga bias menindak oknum-oknum yang sering memanfaatkan makam ayahkami ini untuk kepentingan-kepentingan politik mereka,” ungkap Yohanes dengan nada tegas.
Karena menurut Yohanes Eluay apa yang telah diperjuangkan oleh orang tuanya itu pada beberapa tahun lalu itu biarlah berlalu dan dirinya atas nama keluarga besar Eluay untuk meminta kembali jasad ayahnya untuk dimakamkan di lokasi adat sesuai yang sudah ditentukan oleh leluhur mereka.
Pria yang erat dengan nama Anis ini juga menyampaikan ucapan terima kasihnya yang sebesar-besarnya bagi Jajaran Polres Jayapura yang sudah berupaya melakukan tindakan persuasive guna membubarkan masa yang mendirikan tenda di belakang lokasi makam ayahandanya itu.
Ketika disinggung terkait pemidahan lokasi makam alm ayahnya Yohanes mengatakan hal itu akan tetap dilakukannamun dirinya belumbisa menentukanwaktunya kapan namun pihaknya tetap akan melakukan pemindahan tersebut.“Waktunya saya tidak bias menentukan kapan, hanya saja kami akan tetap memindahkannya,” ujar Yohanes singkat menjawab pertanyaan wartawan.(jim)****
________________________________
Sumber: bintangpapua.com
Dater : Selasa, 22 Desember 2009