News
Belasan Demonstrasi di Sentani
Minta Kelly Kwalik Dimakamkan di Samping Theys
SENTANI–Sekitar 17-an orang yang menamakan dirinya simpatisan Panglima OPM, ‘Jenderal’ Kelly Kwalik sejak pagi hari sekitar pukul 07.30 melakukan orasi di mata jalan Pos VII dengan membentangkan selembar spanduk berwarna hitam bertuliskan “Duka Cita Mendalam Bagi Rakyat Papua Atas Meninggalnya Jenderal Kelly Kwalik di Hari Natal Yang Penuh Damai” dengan tuntutan agar ada keadilan bagi mereka serta “Sang Jenderal” hendaknya bisa dimakamkan di samping makam Theys Eluay di pertigaan Bandara Sentani.
Orasi yang awalnya hanya dilakukan oleh sekitar 5 orang itu dengan tujuan menaring massa secara perlahan mulai menarik perhatian massa sehingga bertambah, meski jumlah mereka hanya belasan namun karena aksi mereka yang sempat menghambat arus lalu lintas jalan raya tetap menarik perhatian masyarakat dan jadi tontonan warga.
Sayangnya aksi duka cita atas tertembaknya Kelly Kwalik itu sedikit ternoda oleh ulah sekelompok pemuda yang juga ikut bergabung meski sedang dalam pengaruh miras, sehingga ketika wartawan mengambil gambar sempat di halang – halangi dan intimidasi bahkan wartawan Bintang Papua sempat hendak ke keroyok namun berhasil di lerai oleh mereka – mereka yang menjalankan aksinya tanpa dipengaruhi miras.
Belasan pengunjuk rasa tersebut dalam orasi – orasinya sangat menyayangkan aksi penembakan terhadap Kelly Kwalik di hari natal, yang semestinya adalah saat damai, sehingga mereka berasumsi bahwa penembakana terhadap Kelly Kwalik sama dengan menodai kesucian dan kedamaian Natal.
Setelah sekitar 1 jam berorasi di pertigaan Pos VII dan mulai mendapat tambahan massa sekitar 10 orang, akhirnya ketujuh belas pengunjuk rasa yang menolak dikatakan tengah berdemo namun sedang berduka cita itu akhirnya bergerak menuju ke pemakaman Theys Hiyo Eluay, dimana rencananya mereka akan berkemah dan menanti jenazah Kelly Kwalik dan meminta hendaknya kelly Kwalik di kuburkan berdampingan dengan Theys Eluay di Taman Makam Pahlawan Rakyat Papua.
Aksi turun ke jalan dengan menutup hampir sebagian badan jalan membuat macet total ruas jalan raya Sentani, sehingga memaksa aparat mengalihkan rute kendaraan lewat jalan belakang.
Ketika tengah berhenti di jalan masuk ke Pendopo Theys Hiyo Eluay sambil berorasi mencari dukungan massa, dari arah Abepura datang mobil Kapolres Jayapura AKBP Mathius Fakhiri, S.Ik yang langsung turun dari mobil dan meminta kepada belasan pemuda tersebut untuk menepi dan tidak menghalangi jalan.
“Bubar, bubar, saya bilang kalian bubar, jangan mengganggu jalan publik”, perintah Kapolres yang sempat bersitegang dengan massa yang menolak di suruh menepi, dimana massa tetap ngotot melakukan aksinya menutupi jalan, sedangkan Kapolres bersikeras hanya mengizinkan mereka berorasi di tepi jalan bukan di badan jalan.
Pada kesempatan tersebut juga Kapolres sempat memerintahkan untuk menangkap beberapa pemuda yang dipengaruhi miras yang tergabung dalam kelompok tersebut yang menceracau dan tidak sadar dengan apa diucapkannya sehingga mengganggu proses negosiasi.
Setelah melalui negosiasi yang alot, belasan massa yang menamakan dirinya simpatisan Kelly Kwalik yang melaksanakan aksinya tanpa penanggung jawab lapangan (Koordinator Lapangan) itu tetap ngotot untuk bermalam di makam Theys sebagai bukti duka cita yang mendalam atas tewasnya Kelly Kwalik.****
Sumber : Bintangpapua.com
Dater : 19 Desember 2009