News
Operasional Freeport Tak Terhambat Longsor
JAYAPURA, KOMPAS.com - Musibah longsor yang terjadi di areal ridge camp mil 72 PT Freeport Indonesia, Kabupaten Mimika Provinsi Papua, dijamin tidak akan mengganggu operasional produksi perusahaan tambang emas dan tembaga itu.
Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab longsor yang menewaskan seorang karyawan Freeport ini. "Satu karyawan meninggal dunia dan empat lainnya dalam perawatan di RS Tembagapura," tulis Mindo Pangaribuan, Jurubicara Freeport, Senin (14/12/2009) siang, dalam pesan singkatnya kepada Kompas di Jayapura.
Mindo juga menjelaskan aktivitas karyawan dan operasional perusahaan berjalan normal alias tidak terhambat bencana itu. Penyelidikan atas longsoran yang terjadi di luar area tambang ini pun sedang berlanjut.
"Kami menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban atas kejadian ini," tambah Mindo.
Seperti diberitakan, hujan lebat semalaman kemarin menyebabkan longsor di areal PT Freeport Indonesia Kabupaten Mimika, Papua. Data dari Polda Papua, seorang karyawan dilaporkan tewas dan lima orang lainnya luka-luka akibat peristiwa yang terjadi Minggu (13/12) malam pukul 21.45.
Kepala Bidang Humas Polda Papua, Komisaris Besar Agus Rianto, Senin siang menjelaskan tanah longsor terjadi di mil 72 areal Ridge Camp dekat Bukit Aptonal. Identitas korban tewas yaitu Marthin Lambu (45). Sedangkan korban luka-luka Juli Ahmad, Syafii, Petrus Sambo, Edy Wiyono, dan Syamsir Alam. "Hujan menyebabkan tanah longsor," kata Agus Rianto.[ICH]****