| HOME | PASIFIC | INTERNATIONAL | HOMELAND | EDUCATION | FAQ | GUESSBOOK | ABOUT US| NOTIFICATION | DONATION |
papuatime
News of Morning Star Island » "Our art and culture is begin from our melanesian family, how about our struggle"

News

Kenapa Papua Direcoki

[ 27-07-2009 ] Posted by : Kelle

Aksi TNI-Polri Setelah lama diam dan tak ada kabarnya kekerasan, Papua kembali memanas dan terus memanas. Serangkaian penembakan yang dilakukan oleh pihak yang tidak dikenal di kawasan Timika, yang menewaskan tiga orang ini hingga kini belum bisa diungkap.

Penyelidikan sementara aparat polisi memang belum menemukan pelakunya dan terus berlanjut, penangkapan beberapa orang yang diduga mengetahui dan ikut dalam serangkaian aksi kekerasan ini telah ditangkap juga diperiksa; Ada yang ditahan dan juga dikembalikan setelah dilakukan pemeriksaan. Olah Tempat Kejadia Perkara (TKP) yang dilakukan diketahui pelakunya sangat terlatih dan memiliki kekuatan kendali lapangan yang baik, sehingga dapat menghilangkan jejaknya dari pengejaran aparat.

Sikap melawan juga terlihat dari kelompok misterius ini, karena penembakan yang dilakukan bukan hanya sekali, semakin dikerja semakin berani melakukan perlawanan dengan menembaki aparat juga karyawan Freeprot yang melintas diruas jalan Timika; Tembagapura. Hingga kini belum ada yang tahu, termasuk Polda Papua, apa masuksud dan tujuan dari serangkaian penembakan juga kekerasan yang dilakukan ini, apa untung dan pesan yang disampaikan kelompok ini sehingga kenyamanan dan keamanan Papua harus direcoki. Mengejutkan, senjata yang digunakan adalah jenis buatan Pindad, yang biasanya dipakai oleh satuan organic Indonesia. Spekulasi kemudian berkembang kesana-kemari. Salah satu di antara spekulasi tersebut beredar di antara media yang menyatakan bahwa permainan politik tingkat atas ingin membangunkan kembali isu OPM sebagai alat dalam kepentingan politik tertentu.

Menggunakan isu OPM, berbagai dalih operasi militer tentunya akan menguntungkan pihak tertentu pula. Memang lama diketahui bahwa kendali lapangan keamanan dan ketertiban di Papua kini berada di tangan polisi, yang tentunya memegang seluruh otoritas atas Papua. Hal ini kabarnya tidak disukai oleh beberapa pihak tertentu yang ingin supaya Papua tetap panas.

Selain target tersebut, upaya mendiskreditkan militer juga mungkin saja terjadi dalam rangka mencoba memojokkan peran militer di Papua.

Secara lebih luas, upaya ini mungkin juga dilakukan oleh mereka yang ingin mendiskreditkan militer dan pemerintah Indonesia di panggung internasional. Apakah ini berkaitan dengan hasil Pemilu yang baru saja berlalu, tak seorang pun tahu.

Dan skenario yang mungkin juga benar adalah bahwa masalah penembakan ini membuktikan masih kuatnya kekuatan OPM di sana. Kalau tudingan pemerintah benar bahwa sayap OPM yang dipimpin oleh Kelik Kwalik berada di belakang semuanya itu, maka jelas saja hal itu dimaksudkan untuk tetap memanaskan isu Papua Merdeka di panggung hubungan internasional.

Kalau melihat fakta-fakta di atas, satu yang sudah pasti yaitu bahwa Papua memang masih tetap berada di dalam persoalan. Terlalu banyak kepentingan bermain dan mengambil setting lokasi di Papua. Papua masih dianggap sebagai lokasi yang aman dan mengamankan kepentingan kelompok tertentu sehingga mereka bisa menjual isu tertentu kepada kepentingan tertentu pula.

Kita prihatin atas keadaan ini. Pemerintah Australia sendiri sudah pula menekan pemerintah untuk membuka kasus ini dan menjelaskan pelakunya kepada publik. Di sana, mereka tidak ingin kematian hanya sebagai sebuah peristiwa belaka dimana kita biasa mengalaminya.

Hal itu jelas tidak mudah diatasi oleh pemerintah. Pemerintah kita harus benar-benar bekerja keras supaya masalah Papua ini jangan sampai melebar kemana-mana. Presiden diminta bisa memberikan dukungan penuh kepada aparat kepolisian untuk bisa memperlihatkan dan membuktikan pelaku yang sebenarnya. Kalau memang hal ini dilakukan bahkan diorganisir oleh pelaku dengan maksud politik tertentu, maka tentunya jelas tidak cukup hanya polisi yang berjerih lelah. Diperlukan komitmen bersama.

Kita mendorong pemerintah berani tegas dan jelas supaya Papua tidak lagi menjadi sumber kepentingan. Menjadi daerah yang terus menerus diperalat oleh siapapun itu jelas tidak akan menjadikan Papua lebih baik. Hendaknya pemerintah menuntaskan masalah Papua sekali untuk seterusnya. Begitulah cara berpikir yang seharusnya digunakan sejak dari dulu. (***)

____________________
Sumber: papuapos.com
Sabtu, 25 Juli 2009 03:04

News

Articles

Mob

Link