| HOME | PASIFIC | INTERNATIONAL | HOMELAND | EDUCATION | FAQ | GUESSBOOK | ABOUT US| NOTIFICATION | DONATION |
papuatime
News of Morning Star Island » "Our art and culture is begin from our melanesian family, how about our struggle"

News

Buchtar Dipukul, Puluhan Massa Demo ke Lapas Abe

[ 29-11-2009 ] Posted by : Marvic

Aksi - Demo

Sejumlah Napi Ngamuk di Lapas
JAYAPURA-Sekitar 80-an massa yang merupakan simpatisan Buchtar Tabuni Jumat (27/11) sekitar pukul 12.30 WIT kemarin melakukan aksi demo ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Abepura. Kedatangan puluhan massa ini dipicu adanya informasi bahwa Buchtar Tabuni yang merupakan Narapidana itu dianiaya hingga babak belur oleh aparat keamanan di dalam Lapas Abepura tersebut.


Kedatangan massa secara tiba-tiba itu membuat kaget sejumlah petugas yang berada dalam Lapas, karena beberapa saat sebelumnya, tepatnya sekitar pukul 12.00 WIT, sejumlah Narapidana melakukan pengrusakan di ruang administrasi Lapas Abepura, sehingga beberapa peralatan kantor seperti komputer mengalami kerusakan.


Karena kondisi ini, aparat kepolisian dari Polsekta Abepura dan Polresta Jayapura yang diback up oleh aparat Brimob Polda Papua cepat bergerak dengan langsung datang ke lokasi untuk mengamankan situasi.


Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Abepura Anthonius Ayorbaba yang ditemui Cenderawasih Pos mengungkapkan, kejadian atau informasi yang beredar kalau Buchtar telah dianiaya hingga babak belur itu tidak benar dan yang sebenarnya terjadi adalah persoalan air yang sudah tidak mengalir selama dua hari di Lapas Abepura.
"Jadi perlu diketahui bahwa informasi yang beredar itu tidak benar, karena yang sebenarnya terjadi adalah Buchtar mengeluhkan air yang sudah tidak mengalir selama dua hari dan yang terjadi ini memang hanya kurang komunikasi saja. Disamping itu, saya tadi malam sudah bertemu dengan Buchtar Tabuni dan juga Seby Sembon dan membuat komitmen untuk tidak melakukan sesuatu hal yang tidak diinginkan dalam Lapas terkait dengan persoalan tersebut," terangnya.
Namun pada Jumat (27/11) siang sekitar pukul 12.00 WIT, sejumlah narapidana mengamuk atau melakukan pengrusakan di ruang administrasi Lapas Abepura. Akibatnya, beberapa komputer rusak, termasuk kaca-kaca di ruang tersebut juga pecah.


Selain karena persoalan air, juga karena dipicu masalah penolakan dari para Narapidana terkait rencana Lapas yang akan mendatangkan Pendeta Gilbert ke Lapas pada 1 Desember untuk memberikan siraman rohani.
"Persoalan air dan ada rencana untuk mendatangkan pendeta itu disalahartikan seperti ada unsur politik di dalamnya, padahal kami telah membuat komitmen dengan Buchtar dan Seby tapi ternyata komitmen tersebut dilanggar," tuturnya.
Terkait hal ini, pihaknya akan menindak tegas dan memproses secara hukum para pelaku yang telah melakukan pengrusakan tersebut sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku

.
Sementara itu koordinator aksi, Usman Yogobi mengungkapkan, kedatangan mereka ke Lapas bukan terprovokasi ataupun membawa kepentingan pihak tertentu.
"Kedatangan kami ke sini adalah murni karena Buchtar dan Seby adalah keluarga kami, sehingga kami tidak ingin sesuatu hal menimpa mereka di dalam sana (Lapas). Karena informasi yang kami terima bahwa mereka telah dianiaya dan kedatangan kami ini sekaligus meminta kepada pihak Lapas agar jangan ada unsur lain atau aparat keamanan yang lain di dalam Lapas, sebab kami menilai bahwa di dalam Lapas sendiri sudah ada pihak keamanan," paparnya.


Di hadapan massa yang datang ke Lapas tersebut, Kalapas juga menceritakan kronologinya. Pada Kamis (26/11) sekitar pukul 17.00, dimana pada saat itu jam besuk sudah habis dan para narapidana disuruh masuk kembali ke ruangannya masing-masing. Tetapi Buchtar menolak untuk kembali masuk ke ruangannnya dengan alasan bahwa di dalam ruangan sel tidak ada air, sehingga Buchtar sempat berteriak-teriak. Karena teriakan Bcuhtar dianggap bikin gaduh, para Taping menegur Buchtar dan mengatakan kalau masalah air nanti ada yang mengurus.
Karena tidak menerima dengan teguran tersebut, Buchtar langsung memukul salah satu Taping. Melihat temannya dipukul para Taping langsung membalas dengan memukul Buchtar.


Setelah menerima penjelasan tersebut, massa yang dikoordinir oleh Petrus dan Usman Yogoby meminta agar mereka bisa melihat keadaan Buhtar secara langsung. Setelah disepakati oleh pihak Lapas dan polisi, maka diputuskan 3 perwakilan dari massa bisa masuk ke Lapas dengan didampingi pengacara Pieter Ell, SH.
Setelah melakukan pertemuan dan melihat keadaan Buchtar Tabuni, para perwakilan tersebut mengatakan bahwa keadaan Buchtar baik-baik saja dan sehat. Hanya saja terdapat luka lebam di bagian wajah dan luka di pelipis, tetapi luka tersebut sudah di tangani oleh pihak kesehatan dari pihak Lapas.
Selain itu, permasalahan penganiayaan terhadap Buchtar telah disepakati bersama akan diselesaikan secara adat dan sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini.


Setelah mendengar penjelasan dari perwakilan mereka, para simpatisan langsung membubarkan diri dengan tertib.
Kalapas Anthonius M Ayorbaba,SH,MSi sangat menyesalkan beredarnya SMS yang mengatakan bahwa keadaan Buchtar sangat parah akibat penganiayaan yang dialaminya. "Ini merupakan sebuah provokasi seseorang yang bermaksud untuk mengadu domba,' katanya.


Sementara itu, Ketua RKJ (Rukun Keluarga Jayawijaya) di Jayapura, Philipus Halitopo mengklarifikasi atas isu yang dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab bahwa Buchtar Tabuni meninggal dunia di LP Abepura. "Jadi, Buchtar Tabuni tidak dibunuh. Jangan percaya isu yang beredar melalui SMS bahwa Buchtar Tabuni dibunuh, itu tidak benar," tegas Halitopo, yang juga Kepala Suku Pegunungan Tengah ini kepada Cenderawasih Pos, tadi malam.
Halitopo mengakui jika Buchtar Tabuni dipukul memang benar, namun sudah diselesaikan oleh pihak LP Abepura dan aparat kepolisian. Untuk itu, Halitopo menghimbau kepada warga masyarakat di Papua, khususnya warga dari Pegunungan Tengah Papua untuk tidak terprovokasi dan terhasut oleh isu-isu yang menyesatkan serta dihembuskan oleh orang orang yang tidak bertanggungjawab tersebut. "Saya himbau masyarakat tidak terpancing dengan adanya isu-isu yang sengaja disebarkan oleh orang-orang tak bertanggungjawab tersebut," imbuh Halitopo. ****

Sumber : Cenderawasih Pos

Dater : 28 November 2009

News

Articles

Mob

  • Susu.. Susu
    [11-01-2010] Posted by : Joko


    Satu hari tong piknik ke kebun apel milik kepala desa. Agak jauh sih, naik sepeda kira kira 9 km dari kota [di welesi]. Di rumah peristirahatan itu ada piter anak kepsek yang kocak dan ramah. pas tong asyik istirahat karena capek baru sampai, de berseru:
    [ read more... ]

  • Pc Obet & Pc Trikora
    [09-10-2009] Posted by : Joko


    Obet lg crita2 dgn de pu teman skolah namanya trikora, dari jurusan bahasa tentang kata tanya yg benar.

    obet : eh trikora menurut koi, kata tanya yg benar tuh 'apa kabar rama atau rama apa kabar? trikora jwb, apa kabar rama? obet sambung kabar
    [ read more... ]

  • TNI Gigi neHh..
    [05-10-2009] Posted by : Joko


    Dalam suatu seleksi masuk TNI, Pace yang merupakan laki-laki asal Papua gagal masuk TNI karena tidak lolos tes kesehatan karena giginya ompong.

    Dia merasa tidak terima sehingga dia mengajukan keberatan kepada panitia seleksi TNI.

    Pac
    [ read more... ]

  • Kau Hancurkan Hatiku
    [23-09-2009] Posted by : Kelle


    Ni.... ada tete dan nene, skrang ni nene de jual pinang de depan kompleks ka ini, tapi tete juga tra mau kala de juga mo ikut nene jual pinang, stiap kali orang beli nene pu pinang, tete de minta uang tuk beli rokok,sampe bgni nene pu uang pinang su hab
    [ read more... ]

  • Siku di Depan Boleh
    [23-09-2009] Posted by : Kelle


    Pace satu nih de ada mo pi jual de pu sapi 3 ekor, jadi de su pi panggil mobil blakos alias blakang kosong.... Mobil su tiba di pace ko pu halaman rumah trus pace ko kasih naik sapi satu-satu ke atas blakos.... Sapi yang pertama dan kedua ni pas naik ke
    [ read more... ]

Link