News
Bekto Prioritaskan Ungkap Penembakan di Freeport
JAYAPURA-Serangkaian kasus penembakan di area PT Freeport Indonesia yang hingga 4 bulan ini belum terungkap pelakunya, akan menjadi program prioritas bagi Kapolda Papua yang baru, Brigjen Pol. Drs. Bekto Suprapto,M.Si untuk segera mengungkapnya.
Bahkan, Bekto mengaku bahwa pihaknya memang ditugaskan Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri untuk dapat mengusut tuntas serangkaian kasus penembakan tersebut dan menangkap para pelakunya.
"Saya akan berusaha, karena itu merupakan tanggungjawab untuk saya untuk bisa dapat mengatasi masalah itu. Ya, itu sudah perintah Kapolri kepada saya untuk menuntaskan itu," ujar Kapolda Papua Bekto Suprapto ketika ditanya Cenderawasih Pos terkait program prioritasnya setelah menjabat Kapolda Papua ini, Kamis (5/11) kemarin.
Mantan Kapolda Sulawesi Utara ini menyatakan, pihaknya akan segera mempelajari secara intensif terkait serangkaian kasus penembakan yang terjadi di area PT Freeport Indonesia itu, namun pihaknya masih menunggu acara intern di Polda Papua.
"Selesai lepas sambut dengan bapak Bagus (Irjen Pol. Drs. FX Bagus Ekodanto), saya akan segera ke Timika. Mudah-mudahan, saya percaya dengan pertolongan Tuhan dengan usaha yang sungguh-sungguh dan saya percaya dalam hidup ini ada campur tangan Tuhan, bisa mengungkap kasus ini," ucapnya.
Soal polemik pengakuan Kelly Kwalik, pimpinan TPN/OPM yang diduga terlibat dalam serangkaian penembakan di Area PT Freeport Indonesia seperti yang diungkapkan oleh Pangdam XVII/Cenderawasih, sementara di sisi lain bahwa Kelly Kwalik mengakui anak buahnya tidak terlibat dalam kasus tersebut seperti pengakuannya yang disampaikan utusan Kapolda Papua tersebut, Bekto Suprapto balik bertanya kepada wartawan.
"Kita semua ya kalau ngomong bisa begitu, termasuk Kelly Kwalik mungkin ngomong sama. Ke TNI ngaku bahwa ia pelakunya, tapi Kelly Kwalik ngomong ke polisi bahwa ia bukan pelakunya. Kita juga manusia, bisa yang dibicarakan itu benar, bisa tidak benar," ujarnya.
Namun, Kapolda berjanji akan membuktikannya dengan fakta-fakta hukum dan menyeretnya ke pengadilan. "Siapakah pelaku, mau Kelly Kwalik atau mau yang lain, harus kita tangkap, harus kita ungkap dan dibawa ke pengadilan," tandasnya.
Untuk itu, Kapolda meminta dukungan doa dari seluruh masyarakat di Tanah Papua dalam upaya untuk mengungkap serangkaian kasus penembakan di area PT Freeport Indonesia yang sempat menewaskan 2 karyawan PT Freeport Indonesia dan 2 anggota polisi serta melukai beberapa orang lainnya.
Selain memprioritaskan pengungkapan kasus penembakan di Freeport Indonesia, Bekto Suprapto juga memprioritaskan pemberantasan illegal logging, illegal fishing, illegal mining dan lainnya. "Kalau ada semua yang namanya illegal-illegal itu, semua harus diberantas. Termasuk korupsi, karena korupsi membuat masyarakat sengsara," tandasnya.
Saat menjabat Kapolda Sulawesi Utara, Brigjend Bekto Suprapto dikenal sangat merakyat itu ketika ditanya Cenderawasih Pos apakah program tersebut akan diterapkan di Papua? Suami dari Dewi Bekto Suprapto ini mengatakan bahwa ia akan berusaha untuk menjadi polisinya masyarakat, berorientasi kepada masyarakat, memecahkan masalah-masalah masyarakat bersama-sama dengan masyarakat dan bersama dengan instansi yang lain. "Saya berusaha agar semua polisi menjadi polisinya masyarakat," tutur bapak 3 anak ini.
Begitu juga program Quick Wins yang diterapkan di tanah nyiur melambai tersebut hingga Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepadanya, Bekto mengakui akan mencoba program tersebut di Tanah Papua.
Hanya saja, ujar Mantan Kepala Densus 88 Anti Teror ini, tentu saja antara daerah yang satu dengan daerah yang lain berbeda situasi dan kondisinya, sehingga ia tetap akan memperhatikannya dan menyesuaikan dengan kondisi di daerah. "Nanti kita lihat saja," katanya.
Lelaki kelahiran Jogjakarta ini tampaknya sudah tidak asing lagi dengan Papua, apalagi pada tahun 2001-2002 lalu, ia sempat bertugas di Polda Papua menjabat sebagai Kapuskodalops (sekarang Karo Ops).
"Ini merupakan penugasan kedua saya di Papua. Saya senang tugas di sini, karena saya cinta Papua dan masyarakat Papua," tuturnya ketika mengenalkan diri kepada para pengurus Pengprov PBVSI Provinsi Papua.
Apalagi, kata Bekto, istrinya dari kecil tinggal di Jayapura, mulai dari TK dan SD di Kristus Radja Dok V Atas pada tahun 1962 lalu, bahkan ketiga anaknya mendukung ia ditugaskan ke Papua. (bat)
Sumber :CePos
Dater :06 November 2009