| HOME | PASIFIC | INTERNATIONAL | HOMELAND | EDUCATION | FAQ | GUESSBOOK | ABOUT US| NOTIFICATION | DONATION |
papuatime
News of Morning Star Island » "Our art and culture is begin from our melanesian family, how about our struggle"

News

Prajurit Perbatasan Harus Pakai Pendekatan Budaya

[ 25-10-2009 ] Posted by : Joko

Aksi TNI-Polri JUBI - Prajurit TNI yang bertugas menjaga wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga khususnya yang berada dibawah Komando Daerah Militer (Kodam) XVII Cenderawasih harus memakai pendekatan budaya dan agama dalam menghadapi rakyat dilingkunagn tempat tugasnya.

Hal itu dikatakan Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI. AY. Nasution, di Buper Waena, Sabtu (24/10), saat memberikan arahan kepada 1.408 personil TNI dari batalion 527/Baladibayudha (BY) Lumajang, Jawa timur dan Batalion 713/Satyatama (SY), Gorontalo, yang akan bertugas menjaga perbatasan RI-Papua New Guinea (PNG).

Ia menjelaskan, Papua merupakan daerah yang mempunyai kelompok pejuang bersenjata yang selalu memakai sistem gerilya. Mereka sangat sulit dideteksi dan diketahui keberadaannya. Sebaliknya mereka justru bisa saja selalu mengintai kegiatan pasukan TNI penjaga perbatasan setiap saat.

"Kelompok bersenjata gerilya ini jumlahnya kecil namun dekat dengan rakyat, ibarat "Ikan dan Air". Jadi sulit menangkapnya," terang Nasution.

Cara agar bisa mengetahuinya adalah prajurit TNI diperbatasan harus dekat dengan rakyat. Dimana salah satu caranya adalah dengan melakukan pendekatan budaya dan agama.

"TNI harus bisa memahami dan menghargai adat istiadat daerah setempat serta melakukan pendekatan dengan para pemuka agama. Tujuannya, untuk memberikan pemahaman kepada rakyat kalau TNI adalah mitra mereka dalam menjaga ketertiban dan keamanan," ujarnya.

Ditambahkan Nasution, jika rakyat sudah benar-benar berpihak dan mengerti bahwa TNI adalah mitranya yang tidak perlu ditakuti serta dapat menjadi teman serta penolong, rakyat pasti akan banyak membantu TNI.

"Dengan demikian, akan jelas terlihat yang mana kelompok bersenjata, dan yang mana rakyat," ujarnya.

Nasution juga mengungkapkan, yang paling mendasar untuk dimengerti prajurit yang akan bertugas di Papua adalah, jangan pernah menggunakan senjatanya untuk menakuti rakyat. Senjata itu sebaliknya harus digunakan sebagai alat untuk membantu rakyat dalam menjaga keamanan dan ketentramannya.

"Jangan pernah membuat rakyat takut dan benci kepada TNI, karena dengan adanya kebencian dari masyarakat, berarti kita gagal dalam melaksanakan tugas," tegasnya. (Yunus)****

News

Articles

Mob

  • Susu.. Susu
    [11-01-2010] Posted by : Joko


    Satu hari tong piknik ke kebun apel milik kepala desa. Agak jauh sih, naik sepeda kira kira 9 km dari kota [di welesi]. Di rumah peristirahatan itu ada piter anak kepsek yang kocak dan ramah. pas tong asyik istirahat karena capek baru sampai, de berseru:
    [ read more... ]

  • Pc Obet & Pc Trikora
    [09-10-2009] Posted by : Joko


    Obet lg crita2 dgn de pu teman skolah namanya trikora, dari jurusan bahasa tentang kata tanya yg benar.

    obet : eh trikora menurut koi, kata tanya yg benar tuh 'apa kabar rama atau rama apa kabar? trikora jwb, apa kabar rama? obet sambung kabar
    [ read more... ]

  • TNI Gigi neHh..
    [05-10-2009] Posted by : Joko


    Dalam suatu seleksi masuk TNI, Pace yang merupakan laki-laki asal Papua gagal masuk TNI karena tidak lolos tes kesehatan karena giginya ompong.

    Dia merasa tidak terima sehingga dia mengajukan keberatan kepada panitia seleksi TNI.

    Pac
    [ read more... ]

  • Kau Hancurkan Hatiku
    [23-09-2009] Posted by : Kelle


    Ni.... ada tete dan nene, skrang ni nene de jual pinang de depan kompleks ka ini, tapi tete juga tra mau kala de juga mo ikut nene jual pinang, stiap kali orang beli nene pu pinang, tete de minta uang tuk beli rokok,sampe bgni nene pu uang pinang su hab
    [ read more... ]

  • Siku di Depan Boleh
    [23-09-2009] Posted by : Kelle


    Pace satu nih de ada mo pi jual de pu sapi 3 ekor, jadi de su pi panggil mobil blakos alias blakang kosong.... Mobil su tiba di pace ko pu halaman rumah trus pace ko kasih naik sapi satu-satu ke atas blakos.... Sapi yang pertama dan kedua ni pas naik ke
    [ read more... ]

Link