News
Kombes Pol Drs Bambang Rudy P SH MM - Berani Bikin Kacau, Door di Tempat
JAYAPURA - [Enam Polres Rawan Pengibaran Bintang Kejora] - Walau tempat pelantikan presiden/wakil presiden SBY-Boediono hari ini Selasa (20/10)jauh di ibu kota negara, Jakarta, tapi masalah keamanan di seluruh Indonesia tetap diwaspadai. Seperti halnya yang disikapi Polda Papua. Polda Papua tetap melakukan siaga untuk menciptakan situasi kondusif di dalam masyarakat. Siapa yang berani bikin kekacauan, maka aparat tidak akan segan-segan melakukan tembak di tempat.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs Agus Rianto saat dikonfirmasi di Mapolda Papua, Senin (18/10) mengatakan, hingga saat ini Polri maupun Polda Papua masih melakukan Operasi Mantap Brata, guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dalam perhelatan politik di tanah air, seperti Pemilu, pemilihan presiden, Pilkada dan lain lain.
“Begitu kita operasi itu sudah statusnya siaga. Kita wajib mendukung untuk menjaga situasi di daerah agar tetap kondusif melalui kegiatan kegiatan rutin seperti operasi pekat maupun operasi pendukung lainnya,” ujar Agus.
Menurut Agus, walaupun kegiatan pelantikan calon presiden dan wapres terpilih periode 2009-2014 diadakan di ibu kota, tapi seluruh masyarakat di daerah tetap mendukung kegiatan di Jakarta.
Senada dengan itu, Direktur Reskrim Polda Papua, Kombes Pol Drs Bambang Rudy P SH MM menandaskan, Polda Papua siap menyidik bentuk pelanggaran pidana apapun yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat saat pelantikan presiden dan wapres terpilih periode 2009-2014.
“Polda Papua tak pandang buluh setiap oknum yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat akan ditindak tegas. Apabila tak, dihindari akan dilakukan tembak ditempat,” ujar Direktur Reskrim Polda Papua.
Sementara itu ditempat terpisah, Kapolda Papua Irjen Pol Bagus Ekodanto
mengatakan, ada enam daerah di Papua dinilai rawan pengibaran bendera Bintang Kejora (BK) pada 1 Desember 2009, sehingga Polres di enam daerah itu diminta waspada.
Keenam Polres yang diminta waspada itu adalah Polresta Jayapura, Polres Mimika, Polres Puncak Jaya, Polres Manokwari dan Polres Jayawijaya.
Dikatakan, walaupun keenam Polres dan Polresta itu rawan pengibaran BK, namun pihaknya hingga saat ini belum ada rencana menambah pasukan.
"Hingga saat ini kami belum berencana menambah pasukan dari luar Polda Papua karena pasukan yang ada di daerah masih cukup memadai," kata Bagus Ekodanto.
Menurutnya, bila eskalasi meningkat maka pihaknya akan melakukan pergeseran pasukan yang ada di lingkungan Polda Papua namun tidak tertutup kemungkinan dilakukan penambahan pasukan dari luar Papua.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Agus Riyanto yang dihubungi secara terpisah terkait laporan pengibaran bendera Bintang Kejora di Manokwari, Jumat (16/10) mengakui, laporan yang diterima dari Polres Manokwari itu hanya isu saja. "Memang sempat ada laporan pengibaran BK di kawasan Sanggeng, Manokwari namun setelah di cek di lapangan tidak ada," ujar Agus Riyanto.
Sementara itu informasi yang diterima menyebutkan, bendera Bintang Kejora sempat berkibar di halaman salah satu warga di kampung Aipiri Kecamatan Manokwari Timur, Manokwari.
Bendera itu dikibarkan sekitar pukul 16.00 WIT dan sesaat kemudian diturunkan, ungkap sumber tersebut.(mdc/ant)
________________________
Sumber: bintangpapua.com
Dater : Selasa (20/10)