| HOME | PASIFIC | INTERNATIONAL | HOMELAND | EDUCATION | FAQ | GUESSBOOK | ABOUT US| NOTIFICATION | DONATION |
papuatime
News of Morning Star Island » "Our art and culture is begin from our melanesian family, how about our struggle"

News

Membongkar Akar Konflik di Papua

[ 09-10-2009 ] Posted by : Joko

Bacaan Rakyat Papua Berbicara tentang akar penyebab konflik di Papua kita sering terjebak pada cara berpikir dari tengah sehingga sangat rentan dan hampir selalu terjebak pada muara kerumitan persoalan yang sebenarnya tidak prinsip jika diletakkan dalam kerangka kepentingan jangka panjang yang mendasar sifatnya.

Akar penyebab konflik di Papua sebenarnya sederhana saja, meski implikasi dan daya rembetnya memang melahirkan banyak persoalan yang rumpil sifatnya. Untuk memahami akar konflik di Papua saya kira cukup dengan mengurai kaitan antara modal (capital), sumber agraria (tanah, air dan kekayaan yang ada di atas dan didalamnya), komoditas dan kapitalisme.

Logikanya adalah sebagai berikut:

Uang – sumber agraria – komoditas – uang dan seterusnya. Agar proses itu berjalan lancar, maka perlu upaya pengamanan. Jika tidak, maka pemilik modal tidak akan memperoleh nilai lebih. Jika tidak ada nilai lebih, maka tidak bisa memperbesar produksi, sehingga kapital mati. Pada titik itulah aparatur ideologi dan represif negara bekerja.

Apa ancaman terbesar terhadap kelangsungan hidup kapital (uang – sumber agraria – komoditas – uang)? Kesadaran dan praksis dari kesadaran tersebut.

Dalam konteks Papua, bukan karena orang Papua barbar, jahat dan bodoh, sehingga dianggap ancaman, tetapi karena proses perubahan uang – sumber agrarian – komoditas – uang senantiasa memakan banyak korban, baik manusia maupun lingkungan alam. Ketika mereka yang menjadi korban langsung maupun tidak menyadari kenyataan itu, maka munculah reaksi: menentang, melawan dan memberontak. Karenanya, perlawanan dan pemberontakkan lahir karena ada kesadaran akan kondisi semacam itu, bukan sesuatu yang muncul dari langit.

Prinsip berpikir seperti itulah saya kira yang selayaknya dijadikan pijakan kita dalam melihat akar konflik di Papua. Berdasarkan prinsip itulah kita menjelajahi dan mengurai berbagai persoalan di Papua hingga ke soal-soal yang seolah-olah tidak ada kaitannya dengan kapital (uang – sumber agraria – komoditas – uang).

Jika kita tidak beranjak dari prinsip berpikir seperti itu, persoalan apapun yang hendak kita pecahkan saya kira tidak akan sampai ke akar persoalannya. Jika prinsip itu ditinggalkan, maka kita akan mudah terseret pada cara berpikir dan upaya tambal sulam. Di Papua khususnya, dan Indonesia secara umum, diperlukan langkah radikal jika kita menghendaki perubahan mendasar. Jika tidak, kita akan mudah terjebak pada upaya-upaya temporer dan “seolah-olah” (seolah-olah memecahkan masalah, padahal tidak).

Apa yang saya kemukakan di atas hanyalah pengantar untuk memicu diskusi tentang akar penyebab konflik di Papua secara lebih mendalam. Anda bisa setuju bisa juga tidak. Untuk itulah Papualine.com mengundang anda berdiskusi dan membahas persoalan itu secara mendalam.

___________________________

Sumber: admin papualine.com

News

Articles

Mob

  • Susu.. Susu
    [11-01-2010] Posted by : Joko


    Satu hari tong piknik ke kebun apel milik kepala desa. Agak jauh sih, naik sepeda kira kira 9 km dari kota [di welesi]. Di rumah peristirahatan itu ada piter anak kepsek yang kocak dan ramah. pas tong asyik istirahat karena capek baru sampai, de berseru:
    [ read more... ]

  • Pc Obet & Pc Trikora
    [09-10-2009] Posted by : Joko


    Obet lg crita2 dgn de pu teman skolah namanya trikora, dari jurusan bahasa tentang kata tanya yg benar.

    obet : eh trikora menurut koi, kata tanya yg benar tuh 'apa kabar rama atau rama apa kabar? trikora jwb, apa kabar rama? obet sambung kabar
    [ read more... ]

  • TNI Gigi neHh..
    [05-10-2009] Posted by : Joko


    Dalam suatu seleksi masuk TNI, Pace yang merupakan laki-laki asal Papua gagal masuk TNI karena tidak lolos tes kesehatan karena giginya ompong.

    Dia merasa tidak terima sehingga dia mengajukan keberatan kepada panitia seleksi TNI.

    Pac
    [ read more... ]

  • Kau Hancurkan Hatiku
    [23-09-2009] Posted by : Kelle


    Ni.... ada tete dan nene, skrang ni nene de jual pinang de depan kompleks ka ini, tapi tete juga tra mau kala de juga mo ikut nene jual pinang, stiap kali orang beli nene pu pinang, tete de minta uang tuk beli rokok,sampe bgni nene pu uang pinang su hab
    [ read more... ]

  • Siku di Depan Boleh
    [23-09-2009] Posted by : Kelle


    Pace satu nih de ada mo pi jual de pu sapi 3 ekor, jadi de su pi panggil mobil blakos alias blakang kosong.... Mobil su tiba di pace ko pu halaman rumah trus pace ko kasih naik sapi satu-satu ke atas blakos.... Sapi yang pertama dan kedua ni pas naik ke
    [ read more... ]

Link