News
Rekaman Video Latihan Perang OPM
Sebuah film dokumenter terbaru tentang Papua memperlihatkan cuplikan latihan perang Organisasi Papua Merdeka, OPM.
Wartawan Australia Dominic Brown merekam film tersebut di kamp militer yang terletak di kawasan pegunungan.
Rekaman boleh dibilang sangat langka. Kegiatan-kegiatan sayap militer OPM hampir tak pernah muncul dalam video. Indonesia melarang semua kegiatan liputan atas gerakan separatis. Radio Nederland Wereldomroep menghubungi anggota OPM, Fred Mambrasar.
Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: "Apa yang kita bisa lihat dari film tersebut?"
Bakar bendera
Fred Mambrasar [FM]: "Film tersebut tentang mereka latihan. Kemudian ada kegiatan-kegiatan. Mereka bakar bendera merah-putih juga."
RNW: "Anda sudah lama di OPM. Setahu saya hampir sulit menemui film di mana kita bisa melihat OPM melatih perang."
FM: "Mereka itu hanya dengan panah."
RNW: "Tapi kali ini filmnya mereka dengan panah atau dengan senjata api?"
FM: "Ada dengan panah dan senjata api juga mereka pegang. Ada AKA dan M16.
RNW: "Kita sama-sama tahu bahwa meliput di Papua sangat sulit. Tapi media bisa masuk ke Papua. Itu mungkin anda tahu ceritanya bagaimana?"
FM: "Dia pakai dia punya cara sendiri untuk dia masuk."
RNW: "Apakah sulit orang wartawan bisa masuk ke dalam Papua dan bisa membuat film tentang latihan perang OPM?"
Seleksi
FM: "Saya bisa bilang sulit dan tidak juga. Kalau wartawan datang dan kita tahu persis bahwa wartawan itu betul-betul bantu pihak OPM, berarti dia bisa masuk sampai ke dalam. Kita seleksi dulu. Seleksi dulu baru dia masuk."
RNW: "Apakah mungkin, wartawan, katakan wartawan Indonesia, bisa meliput OPM sampai bisa rekam gambar OPM latihan perang? Mungkinkah itu?"
FM: "Kalau wartawan Indonesia, saya pikir tidak bisa. Wartawan asing saja."
RNW: "Dengan film ini berarti memang terbukti bahwa OPM mampu secara militer?"
FM: "Ya. OPM mampu. Justru karena kita mau merdeka sehingga kita harus bersama juga."
RNW: "Anda tidak takut nanti satuan keamanan masuk ke tempat latihan tersebut?"
FM: "Saya tidak takut sebab medan itu kita punya."
RNW: "Apakah anda juga tidak cemas dengan gambar latihan perang OPM menunjukkan bahwa memang OPM mungkin melakukan kekerasan?"
FM: "OPM tidak melakukan kekerasan. Saya pikir dia tuntut dia punya hak. Untuk kekerasan tidak."
RNW: "Artinya dengan film ini, dengan video ini, bukankah nanti orang bisa menyangka bahwa memang OPM mampu secara militer sehingga bisa saja OPM melakukan serangan-serangan yang selama ini ditujukan kepada Freeport?"
Freeport
FM: "Serangan-serangan yang dilakukan kepada Freeport saya pikir OPM tidak akan mengadakan serangan untuk itu. Sering juga tentara Indonesia dia pakai kesempatan juga untuk dia buat sesuatu dan dia tuduh OPM juga."
RNW: "Kalau boleh tahu senjata OPM dapat dari mana?"
FM: "Saya tidak bisa kasih tahu."
RNW: "Senjata-senjata hasil curian?"
FM: "Dia curi dari mana?"
RNW: "Itu dibeli atau bagaimana?"
FM: "Ya itu tetap dibeli. Bagi saya itu, perjuangan itu dia tetap jalan dan saya yakin bahwa kita akan merdeka."
RNW: "Dengan video ini anda harapkan orang-orang yang mendukung Papua merdeka juga terbantu semangatnya?"
FM: "Ya, semangat."
Demikian anggota OPM Fred mambrasar.
Video tersebut baru ditayangkan televisi Australia dan Inggris. Sehingga aktivis Papua merdeka di tempat lain belum melihatnya. Oridek Ap, aktivis Free West Papua di Belanda.
Tidak jelas
Oridek Ap [OA]: "Kalau itu betul-betul OPM, itu urusan sendiri, bukan saya punya. Mereka yang di front. Kalau ini betul dari OPM, ya mereka bertanggungjawab. Saya sendiri belum lihat. Saya tidak tahu apakah ini betul OPM yang kami kenal."
"Sekarang tiba-tiba banyak OPM jadi nggak jelas."
RNW: "Selama ini OPM dikenal ambil gaya dalam damai. Tapi satu sisi kita juga tahu, salah satunya lewat video ini, ada sayap militernya. Sebenarnya seperti apa OPM ini. Apakah memang mereka damai? Atau sebenarnya mereka juga bisa gerakan militer?"
OA: "Saya bukan OPM. Tapi mereka, kalau membela bangsa, masyarakat, ya tidak bisa setiap kali secara damai. Saya tidak tahu. Mereka sendiri tahu kondisi di Papua. Mereka sendiri yang ambil tindakan apa mereka merasa perlu untuk membela masyarakat".****
Demikian Oridek Ap, aktivis Free West Papua di Belanda.
_________________________
Dater : 28 September 2009
Sumber: http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia/